ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Agen Jadi Ujung Tombak Peningkatan Penetrasi Asuransi di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2015 | 17:23 WIB
GR
B
Penulis: Gita Rossiana | Editor: B1
Ilustrasi agen asuransi.
Ilustrasi agen asuransi. (Ist/Ist)

Jakarta - Rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia terjadi bukan karena rendahnya tingkat penghasilan masyarakat Indonesia. Namun hal tersebut disebabkan justru karena ketidaktahuan masyarakat Indonesia akan asuransi.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Nielsen Indonesia dan PT Prudential Indonesia, hanya sekitar 13 persen orang Indonesia yang memilih asuransi sebagai sarana untuk mendapatkan tujuan keuangan jangka pendek mereka. Sementara sekitar 95 persen memilih menabung.

Direktur Utama Prudential Indonesia, Rinaldi Mudahar, menjelaskan stigma yang beredar di masyarakat tentang asuransi adalah sebatas proteksi untuk meninggal dan sakit. Masih banyak orang Indonesia yang belum mengetahui apabila asuransi juga bisa digunakan untuk menopang tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang mereka.

"Penetrasi asuransi di Indonesia masih sekitar lima persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 240 juta orang, itupun kebanyakan karena dibelikan oleh kantor atau tempatnya bekerja,"jelas dia di Jakarta baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Peran tenaga pemasar dalam hal ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat. Namun tenaga pemasar yang dibutuhkan adalah yang berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Pasalnya, pemahaman mengenai asuransi harus dilakukan face to face.

Rinaldi menjelaskan, tenaga pemasar yang paling tepat untuk menyampaikan informasi ini adalah agen asuransi. Bahkan Prudential Indonesia, menurut dia melakukan perekrutan agen besar-besaran untuk membuat masyarakat memahami asuransi."Dalam perekrutan agen kami tidak membatasi segmen, bahkan sarjana dari luar egeri pun kami rekrut jadi agen,"ujar dia.

Sampai saat ini, Prudential Indonesia memiliki sekitar 275.000 agen yang berlisesi. Sekitar 40 persen dari jumlah agen tersebut merupakan agen berlisensi asuransi syariah.

Untuk meningkatkan kapasitas agen tersebut, Prudential Indonesia melakukan Fast Star yaitu pelatihan sederhana mengenai cara menjual produk. Pelatihan ini, lanjut dia dilakukan selama 24 jam dan sampai saat ini sudah ada 87 modul yang dikerjakan oleh Prudential Indonesia."Tujuan kami meningkatkan kapasitas agen adalah agar masyarakat semakin memahami mengenai asuransi,"jelas dia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan, sejauh ini strategi yang paling efektif untuk memasarkan asuransi adalah melalui tenaga pemasar, baik melalui agen, bancassurance, telemarketing dan digital. Dalam hal ini, AAJI menurut dia, mendorong perusahaan asuransi jiwa agar terus merekrut tenaga pemasar baru. Bahkan, AAJI juga berencana untuk merekrut tenaga pemasar secara besar-besaran untuk ditawarkan kepada anggota."Jadi supaya agen tersebut dididik dan dilatih lebih mendalam,"jelas dia.

Lebih lanjut, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menargetkan, dalam 5-10 tahun ke depan bisa memiliki agen 10 juta orang. Dengan jumlah tersebut, diharapkan bisa menopang peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih tertinggal dibanding negara lain.

Ketua DAI Hendrisman Rahim menjelaskan, komitmen peningkatan jumlah agen sudah dimulai oleh AAJI yang tahun ini menargetkan jumlah agen sebanyak 500.000 orang. Namun menurut Hendrisman yang juga menjabat Ketua Umum AAJI ini, asuransi umum juga sudah mulai mensosialisasikan agar perusahaan menggunakan agen. "Dengan komitmen dari asuransi umum, diharapkan 10 juta agen bisa dicapai,"ujar dia.

Pendekatan yang dipilih DAI untuk meningkatkan jumlah agen, menurut Hendrisman adalah dengan agen sebagai profesi yang menjanjikan. Diharapkan hal tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri karena tingkat pengangguran yang ada di Indonesia saat ini cenderung tinggi. Adapun segmen masyarakat yang dipilih adalah ibu-ibu rumah tangga. Pasalnya, wanita cenderung lebih interaktif sehingga mudah dalam memasarkan asuransi."Ditambah lagi, ibu-ibu rumah tangga ini bisa memanfaatkan waktu senggang mereka untuk kegiatan produktif," ungkap dia.

Untuk meningkatkan kapasitas agen asuransi tersebut, perusahaan asuransi bekerja sama dengan asosiasi akan membekali dengan pengetahuan akan asuransi. Pembekalan ini akan dilakukan dengan sederhana dan dengan cara yang fleksibel.

Momen insurance day menurut Hendrisman juga akan menjadi momen yang tepat untuk mengkampanyekan profesi agen asuransi. Melalui momen ini, Hendrisman berharap masyarakat bisa lebih mengenal profesi agen asuransi ini dengan baik.

‎Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Yasril Y. Rasyid, menjelaskan, komitmen AAUI untuk menambah jumlah agen juga cukup besar. Apalagi dengan berkembangnya bancassurance dan asuransi mikro.

Komitmen ini, lanjut dia dimulai dengan program sertifikasi. "Dan juga akan dilanjutkan tahun ini dengan pemberian penghargaan kepada para agen," jelas dia.

Pendekatan melalui media massa juga dilakukan pelaku industri asuransi jiwa untuk memasarkan asuransi. Rinaldi menyebutkan, selama ini menggunakan media elektronik dan koran untuk mempromosikan Prudential Indonesia.

Senada dengan Rinaldi, Togar menyebutkan, promosi melalui media bisa dilakukan dengan berbagai bentuk."Apakah melalui iklain di koran nasional dan daerah, media sosial dan lainnya,"ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon