ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kredit Menurun, Laba Danamon Terkoreksi 10,43 Persen

Selasa, 27 Oktober 2015 | 01:21 WIB
DK
WP
Penulis: Devie Kania | Editor: WBP
Ilustrasi Bank Danamon
Ilustrasi Bank Danamon (AFP Foto/Istimewa)

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) mencetak laba bersih (konsolidasi) sebesar Rp 1,89 triliun hingga kuartal III-2015, menurun sebesar 10,43 persen secara year on year (yoy) dari posisi Rp 2,11 triliun menyusul minimnya kredit. Pada periode sama, kredit bank swasta devisa ini terkoreksi sebesar 3,65 persen (yoy) menjadi Rp 133,61 triliun dari posisi Rp 138,68 triliun.

Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim mengatakan, saat ini komposisi kredit perseroan terdiri dari usaha kecil menengah (UKM) sebesar 17 persen, unit usaha syariah (UUS) 6 persen, dan mikro 12 persen. Kemudian, porsi kredit dari segmen otomotif melalui PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencapai 36 persen. Adapun, outstanding pembiayaan Adira Finance turun 6,85 persen menjadi Rp 47,8 triliun pada kuartal III-2015.

"Secara quarter to quarter (qtq), laba kami tumbuh sebesar 13,80 persen menjadi Rp 643 miliar, tetapi secara yoy terkoreksi 10,43 persen. Kalau dari sisi kredit, kami membidik kenaikan 6-8 persen. Kendati, secara keseluruhan target kredit tersebut kemungkinan tidak tercapai," ujar dia di sela paparan kinerja kuartal III-2015 di Jakarta, Senin (26/10).

Terkait kredit, Vera menuturkan, saat ini sektor otomotif memang lagi terpuruk dan akan berlanjut hingga akhir tahun. "Segmen mass market merupakan penyumbang penurunan kredit, seperti kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) kami yang turun sebesar 17,85 persen menjadi Rp 16,1 triliun. Kemudian, dari sisi pembiayaan kendaraan dan barang konsumen dari Adira Finance juga menurun," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Sampai September 2015, bank swasta ini juga membukukan pertumbuhan kredit usaha kecil menengah (UKM) sebesar 12,44 persen (yoy) menjadi Rp 22,6 triliun. Pada periode sama, kredit Bank Danamon yang meningkat positif adalah segmen komersial sebesar 5,19 persen (yoy) menjadi Rp16,2 triliun. Kemudian, segmen korporasi yang mencapai Rp 18,3 triliun, naik 5,17 persen (yoy). "Sampai kuartal III lalu, posisi total NPL gross kami meningkat menjadi 3 persen dari posisi 2,4 persen pada periode sama 2014," papar Vera.

Hingga September lalu, bank beraset Rp 195,01 triliun ini membukukan bunga bersih sebesar Rp 10,19 triliun, naik tipis sebesar 0,20 persen. Lalu, pendapatan jasa menurun sebesar 7 persen menjadi Rp 2,79 triliun, biaya kredit naik 23,67 persen menjadi Rp 3,50 triliun, dan pre-provisioned operating profit menjadi Rp 6,10 triliun atau terkoreksi 5,90 persen pada akhir kuartal III-2015. Secara yoy, net interest margin (NIM) Bank Danamon juga menurun dari posisi 8,4 persen pada kuartal III-2014 menjadi 8,1 persen.

"Pada kuartal III-2015, rasio kredit terhadap total pendanaan (loan to funding ratio/LFR) kami berada di level 91,1 persen. Sementara itu, kalau dari sisi capital adequacy ratio (CAR) konsolidasi ada di level 19,1 persen," ungkap Vera.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Integrasi Danamon dan MUFG Dinilai Bantu Dorong Universal Banking

Integrasi Danamon dan MUFG Dinilai Bantu Dorong Universal Banking

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon