Soal TPP, Menko Perekonomian: Bermaksud bukan Berarti Masuk
Senin, 2 November 2015 | 19:20 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, pemerintah memang berencana bergabung dalam Trans Pacific Partnership (TPP), gerbong ekonomi yang digagas Amerika Serikat. Namun, kata dia, rencana tersebut belum pasti akan diwujudkan karena Indonesia masih harus mempelajari dokumen dan draf tentang TPP itu sehingga kemudian diketahui untung rugi bergabung dalam komunitas ekonomi tersebut.
"Tapi, kan ini bermaksud, bermaksud bukan berarti masuk," kata dia soal TPP di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11).
Sebelumnya, saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Barrak Obama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan maksud ingin bergabung dengan TPP. Hal tersebut kemudian mengundang prokontra di dalam negeri soal seberap jauh Amerika bisa "mendominasi" sekaligus mempertanyakan soal daya saing para pelaku ekonomi di Indonesia.
"Lho, itu termasuk yang kita harus pelajari. Untung ruginya dan bagaimana kalau masuk, ya jangan supaya rugi," kata dia, saat ditanyakan soal untung rugi masuk dalam TPP.
Pemerintah, kata Darmin, hingga saat ini masih dalam tahap mempelajari sisi positif dan negatif jika bergabung dengan TPP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




