Investor Mengeluh, ESDM Minta PLN Segera Selesaikan RUPTL
Jumat, 6 November 2015 | 13:46 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (persero). Rancangan itu menjadi acuan ke depan terkait program ketenagalistrikan nasional 35.000 megawatt (MW).
"PLN belum kirimkan RUPTL baru. Kami harapkan itu bisa segera selesai," kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul di Jakarta, Jumat (6/11).
Alihuddin menuturkan proyek 35.000 MW yang bergulir saat ini masih mengacu pada RUPTL 2015-2024. Dia mengatakan dengan rancangan terbaru maka bisa saja titik pembangkit, maupun jalur transmisi bergeser. Namun dia menyerahkan hal itu kepada PLN.
"Kami tidak tahu dinamika di dalam (PLN) seperti apa. Ini harus segera selesai untuk menjadi acuan kedepan," jelasnya.
Dalam RUPTL saat ini akan dibangun 291 pembangkit listrik, 732 transmisi serta 1.375 gardu induk. Adapun rinciannya Sumatera dengan 76 pembangkit, 210 transmisi dan 398 gardu induk. Kalimantan dengan 40 pembangkit, 68 transmisi dan 115 gardu induk. Sulawesi dan Nusa Tenggara dengan 83 pembangkit, 90 transmisi dan 165 gardu induk. Jawa-Bali dengan 49 pembangkit listrik, 349 transmisi dan 672 gardu induk. Maluku dan Papua dengan 43 pembangkit, 15 transmisi dan 25 gardu induk.
Lambannya penyusunan RUPTL dikeluhkan oleh investor. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Kepala BKPM Franky Sibarani dengan Menteri ESDM Sudirman Said. Pertemuan itu berlangsung di kantor Menteri pada 5 November kemarin.
"Kami sudah banyak menerima minat investasi di bidang listrik. Tapi boleh dikatakan masih terkendala pada penetapan RUPTL," kata Franky.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




