ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam Dua Bulan, APP Bangun 400 Sekat Kanal

Kamis, 12 November 2015 | 23:56 WIB
PP
WP
Penulis: PR/Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi pembuatan kanal (embung) untuk antisipasi kebakaran lahan
Ilustrasi pembuatan kanal (embung) untuk antisipasi kebakaran lahan (Antara/Nova Wahyudi)

Jakarta– Kelompok perusahaan manufaktur pulp dan kertas, Asia Pulp & Paper Group (APP) dan pemasok kayu hutan tanaman industri (HTI-nya) dalam dua bulan terakhir, menyelesaikan pembangunan 400 sekat kanal di perimeter area HTI di lahan gambut Riau dan Sumatera Selatan. Langkah ini sejalan instruksi presiden untuk menerapkan Praktik Terbaik Pengelolaan Gambut (Peatland Best Practice Management) yakni perbaikan pengelolaan lahan gambut, termasuk moratorium izin pembukaan lahan gambut baru.

"Pengelolaan lahan gambut secara lansekap merupakan solusi jangka panjang untuk melindungi landscap gambut serta membantu pencegahan dan menjalarnya kebakaran hutan," kata Managing Director Sustainability APP, Aida Greenbury, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/11).

Sekat kanal dirancang untuk membantu melindungi hutan gambut dengan cara meningkatkan ketinggian permukaan air dan memulai pembasahan gambut secara bertahap untuk pencegahan kebakaran.

Secara keseluruhan, kata Aida, APP dan para pemasok kayunya berencana membangun 3.000 sekat kanal di Riau. "Pembangunan sekat ini ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2016," kata Aida.

ADVERTISEMENT

Program penyekatan kanal perimeter ini merupakan langkah awal untuk menerapkan zona transisi yang lebih baik di antara hutan alam dan hutan tanaman. Keberadaan zona transisi tersebut akan membantu pengaturan ketinggian permukaan air untuk perlindungan hutan gambut, pengurangan degradasi gambut, emisi karbon, dan resiko kebakaran.

Gambut terdiri dari campuran sisa-sisa tanaman yang kerap dijumpai di area hutan basah. Bahan tersebut menyokong keanekaragaman hayati, dan menyimpan kandungan karbon dalam jumlah besar. Pengeringan lahan gambut yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan proses dekomposisi gambut, yang pada akhirnya menghasilkan emisi karbon serta membuatnya mudah terbakar.

Aida mengatakan, dalam dua tahun terakhir APP berinvestasi dalam pelaksanaan Praktik Terbaik Pengelolaan Gambut
di area pemasok kayu HTI secara ilmiah dan bertahap. "Kami dengan pemasok HTI berupaya melakukan restorasi dan
membangun sekat kanal. "Usaha ini akan semakin efektif apabila diterapkan bersama-sama secara lansekap," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon