ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anggaran Subsidi Listrik 2016 Kemungkinan Membengkak

Jumat, 13 November 2015 | 14:22 WIB
RP
FB
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FMB
Petugas merapihkan meteran listrik
Petugas merapihkan meteran listrik (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Subsidi listrik tahun depan diperkirakan lebih dari anggaran yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp 38,39 triliun. Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan listrik yang masuk dalam kategori subsidi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan subsidi listrik hanya diberikan bagi pelanggan 450 voltampere (VA) sebanyak 22,9 juta pelanggan dan 900 VA dengan 22,4 juta pelanggan. Namun diperkirakan 70 persen dari pelanggan 900 VA itu dapat dikategorikan sebagai masyarakat mampu. Artinya hanya pelanggan 450 VA dan 30 persen pelanggan 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi. Sehingga, total pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi sekitar 29,6 juta, sedangkan dalam APBN 2016, anggaran subsidi tersebut hanya diperuntukan bagi 24,7 juta rumah tangga miskin dan rentan miskin.

"Kami hitung dulu jumlah pelanggan 900 VA yang mampu berapa, yang tidak mampu berapa, baru diketahui berapa hitungannya. Kami tidak bisa membicarakan (penambahan subsidi) sebelum datanya ketahuan," kata Jarman di Jakarta, Jumat (13/11).

Jarman belum bisa membeberkan besaran penambahan subsidi.

ADVERTISEMENT

Jarman menuturkan penyisiran pelanggan 900 VA bakal dilakukan oleh PT PLN (persero) bersama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dia menjelaskan TNP2K memiliki data jumlah masyarakat miskin dan rentang miskin. Data tersebut akan dicocokkan dengan data pelanggan PLN. Kedua data tersebut bisa saja tidak sinkron. Pasaalnya tidak semua masyarakat miskin dan rentan miskin merupakan pelanggan PLN.

"Kira-kira butuh waktu sekitar 4 sampai 5 bulan penyisiran ini," ujarnya.

Dikatakannya hasil penyisiran pelanggan 900 VA itu akan disampaikan kepada Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dengan begitu wakil rakyat tersebut bisa memahami apabila ada penambahan anggaran subsidi pada tahun depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Ungkap Subsidi dan Kompensasi Listrik Capai Rp 210 Triliun

Bahlil Ungkap Subsidi dan Kompensasi Listrik Capai Rp 210 Triliun

EKONOMI
Subsidi BBM-Listrik Capai Rp 218 T, Purbaya: Ini Keberpihakan Fiskal

Subsidi BBM-Listrik Capai Rp 218 T, Purbaya: Ini Keberpihakan Fiskal

EKONOMI
Kementerian ESDM Minta Rp 104,97 Triliun untuk Subsidi Listrik

Kementerian ESDM Minta Rp 104,97 Triliun untuk Subsidi Listrik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon