Harga Beras Naik, Satu Juta Petani akan Jatuh Miskin
Jumat, 20 November 2015 | 12:16 WIB
Jakarta - Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Dwi Andreas Santosa menyatakan, pada April-Desember 2015 diperkirakan lebih dari 1 juta petani di Indonesia akan jatuh miskin. Ini karena harga pangan yang melonjak tinggi sementara sebagian besar petani di Tanah Air adalah konsumen netto pangan.
Harga beras medium rata-rata nasional pada Kamis (19/11) telah mencapai Rp 10.552 per kilogram (kg), jauh melampaui harga keekonomiannya sebesar Rp 8.500-Rp 9.000 per kg.
Dia mengatakan, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam enam bulan pertama pemerintahan saat ini (September 2014-Maret 2015) sebanyak 570 ribu petani telah jatuh miskin. "Dan para periode April-Desember 2015 akan ada 1 juta petani jatuh miskin karena tertekan harga pangan," kata dia dalam keterangannya, hari ini.
Data BPS 2014, lanjut dia, kesejahteraan petani juga semakin menurun sehingga semakin banyak petani meninggalkan dunia pertanian dan semakin sedikit generasi penerus yang berkerja di sektor pertanian. Pendapatan petani hanya Rp 1.030.000 per bulan dan lebih rendah dari Upah Minimum Propinsi (UMP) terendah di Indonesia.
Di sisi lain, dalam 10 tahun terakhir (2003–2013) sebanyak 5 juta keluarga petani meninggalkan lahannya. "Parahnya, sebanyak 62,8% penduduk miskin adalah petani," kata Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) tersebut
Pada puncak musim panen padi, sesuai data BPS 2015, nilai tukar petani (NTP) yang merupakan salah satu indikator kesejahteraan petani justru turun dalam tiga bulan berturut-turut, yaitu Maret, April dan Mei 2015. "Nasib petani makin terpinggirkan," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




