ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembentukan Badan Pangan Nasional Dipercepat

Rabu, 25 November 2015 | 21:31 WIB
WS
B
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: B1
Ilustrasi panen kedelai
Ilustrasi panen kedelai (Antara/Prasetia Fauzani)

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) mempercepat pembentukan Badan Ketahanan Pangan Nasional dengan membentuk tim bersama. Lembaga baru itu ditargetkan berdiri awal tahun depan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yudi Chrisnadi menjelaskan, pembentukan Badan Ketahanan Pangan Nasional merupakan amanat dari Undang-Undang (UU). Untuk itu, kedua kementerian bersinergi untuk membahas berbagai alternatif bentuk lembaga ini dalam waktu singkat. "Kami akan segera membentuk tim antara kementerian PAN-RB dan Kementan untuk menyiapkan alternatif-alternatif soal badan ketahanan pangan nasional. Kalau mengenai alternatif badan pangan, awal 2016, awal Januari akan ada datanya yang akan kami laporkan kepada presiden dan presiden yang akan memutuskan," ujar Yudi di Jakarta, Rabu (25/11).

Dia menambahkan, setiap alternatif akan dilihat segi positif dan resikonya untuk menjadi bahan pangan tersendiri. Selain itu, KemenPAN RB akan mengkaji alternatif PNS yang akan ditempatkan di badan tersebut. "Tim dan Kementan dan dari PANRB mulai besok akan membahas secara intens dan lebih mempercepat baik itu proses untuk mengintegrasi THL,PPL menjadi pegawai pemerintah maupun pembenntukan Badan Ketahanan Pangan Nasional," imbuh dia.

Pembentukan badan pangan ini dinilai penting karena masalah pangan bukan hanya masalah nasional, tetapi sudah menjadi isu internasional. Kelangkaan pangan dinilai menjadi isu yang universal kalau pangan nasional hanya tergantung pada Impor, sementara Indonesia negara agrarais dan tidak mempersiapkn segala sesuatunya untuk meningkatkan produksi pangan pertanian yang baik dan memiliki peta jalan untuk mencapai swasembada pangan. "Uang kita akan habis untuk membeli makan dari negara lain dan petani kita lama-lama akan gulung tikar, sementara kita memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membangun produksi di sektor pangan," kata dia.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon