ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penemuan Cadangan Baru Migas Terkendala Eksplorasi

Rabu, 2 Desember 2015 | 17:39 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Kilang Donggi Senoro
Kilang Donggi Senoro (Antara)

Jakarta - Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan rendahnya harga minyak dunia berdampak pada menipisnya jumlah cadangan minyak dan gas (migas) di Indonesia. Penemuan cadangan baru terkendala kegiatan eksplorasi migas.

Dewan Direksi IPA Sammy Hamzah mengatakan pelaku usaha migas mengurangi investasi pada kegiatan eksplorasi akibat rendahnya harga minyak. Akibatnya, penemuan cadangan baru semakin minim. Padahal di sisi lain, kegiatan produksi terus berlanjut. Alhasil cadangan saat ini kian menipis.

"Problem-nya bukan karena produksi turun, tapi rasio penggantian itu di bawah 0,5. Artinya, setiap dua barel yang diproduksi tapi kurang dari 1 barel yang ditemukan. Lama-lama cadangan kita terus berkurang," kata Sammy di Jakarta, Rabu (2/12).

Sammy menuturkan pelaku usaha migas selama ini menemui kendala dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi. Hal ini disebabkan berbelitnya proses perizinan. Namun ketika pemerintahan Joko Widodo memangkas proses perizinan, kegiatan eksplorasi malah terkendala faktor harga minyak dunia. Pasalnya, harga minyak dari US$ 100 per brrel sekarang turun menjadi U$ 40 per barrel. Artinya, margin yang didapatkan para produsen minyak lima tahun terakhir tiba-tiba hilang setengahnya.

ADVERTISEMENT

"Turunnya harga minyak mengakselerasi problem di Indonesia. Yang tadinya (eksplorasi) problem maka sekarang makin sulit lagi. Dana (eksplorasi) yang sediakan terus menciut," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon