Produksi Migas Tak Berhenti Meski Harga Minyak Rendah
Rabu, 2 Desember 2015 | 17:46 WIB
Jakarta - Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan pelaku usaha minyak dan gas (migas) bumi tidak ada yang menghentikan produksi meski harga minyak dunia melemah di kisaran US$ 40 per barel. Efisiensi menjadi kunci menghadapi rendahnya harga minyak dunia.
Dewan Direksi IPA Sammy Hamzah mengatakan karakteristik industri migas berbeda dengan industri lain. Pelaku usaha tidak bisa serta merta menghentikan produksi ketika harga minyak rendah. "Tidak ada perusahaan minyak yang ingin menyetop produksi migas karena mempertimbangkan resevoar," kata Sammy di Jakarta, Rabu (2/12).
Sammy menuturkan rendahnya harga minyak disikapi dengan efisiensi. Dia mencontohkan, efisiensi itu dengan pemangkasan kegiatan eksplorasi maupun kegiatan penunjang migas. Dia pun tidak menampik efisiensi itu berakibat pada pengurangan jumlah pegawai. Namun menciutnya jumlah pegawai itu tidak menurunkan kualitas kegiatan migas.
"Saya tidak memungkiri akan ada pelepasan karyawan dalam waktu ke depan. Kegiatan eksplorasi, kegiatan suportif yang semula dikerjakan beberapa orang kalau bisa dilakukan satu orang," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




