ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Susi Perintahkan Patroli Satgas 115 Ditingkatkan

Kamis, 10 Desember 2015 | 17:46 WIB
WS
B
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: B1
Sejumlah petugas menyaksikan pembakaran tiga dari enam kapal motor nelayan asing, di Pulau Datuk, Mempawah, Kalbar, 20 Mei 2015
Sejumlah petugas menyaksikan pembakaran tiga dari enam kapal motor nelayan asing, di Pulau Datuk, Mempawah, Kalbar, 20 Mei 2015 (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Jakarta - Perang terhadap penangkapan Ikan yang dilakukan secara ilegal, tidak dilaporkan atau yang belum dan tidak diatur (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing) konsisten dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Namun kapal-kapal asing dan eks asing masih terlihat menangkap ikan di laut Indonesia.


Menteri Susi menyatakan pihaknya telah memerintahkan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP dan Satuan Tugas (Satgas) 115 untuk meningkatkan patroli di wilayah utara Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku, selatan Papua, perbatasan dengan Timor Leste, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menangkap kapal pencuri ikan. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan aksi pencurian ikan karena dekat dengan perbatasan wilayah laut RI.


"Satgas meningkatkan patroli untuk melaksanakan penangkapan kapal asing yang beroperasi sekarang," ujar Menteri Susi di kantornya, Kamis (10/12).


Menurut Susi, selain wilayah yang sudah disebutkan diatas, kapal-kapal Thailand juga melakukan kegiatan penangkapan ikan ilegal di wilayah Kayong, Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT


"Indikasi sekarang banyak di wilayah Kayong, Kalimantan Barat, terindikasi kapal-kapal Thailand beroperasi".


Dia menduga ada keterlibatan oknum aparat sehingga kapal-kapal Thailand bebas lalu lalang. Pasalnya Satgas yang dipimpinnya sudah menyatakan secara tegas untuk melarang dan menangkap kapal ikan asing yang melintasi wilayah tersebut.


"Dengan indikasi ada yang mengatur oknum aparat di atas Kalimantan Barat. Saya mohon Satgas dan Indeso melacak, untuk segera memantau wilayah yang disebutkan tadi," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon