ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2016, Laba Bersih Penerbangan Global US$ 36,3 Miliar

Jumat, 11 Desember 2015 | 14:21 WIB
TM
B
Penulis: Tri Murti | Editor: B1
Ilustrasi pesawat.
Ilustrasi pesawat. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jenewa-International Air Transport Association (IATA) memperkirakan pertumbuhan laba bersih industri penerbangan global sebesar 5,1% menjadi US$ 36,3 miliar. Selain itu lembaga yang menaungi 83% perusahaan penerbangan dunia itu menaikkan predikasi laba bersih industri ini pada 2015 menjadi U$ 33 miliar atau naik 4,6%, dibanding perkiraan Juni lalu sebesar US$ 29,3 miliar.

Director General and CEO IATA Tony Tyler mengatakan, penguatan kinerja industri penerbangan global tahun depan dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, yakni rendahnya harga minyak dunia, kenaikan permintaan jasa perjalanan, menguatnya perekonomian di beberapa wilayah kunci, serta keberhasilan upaya efisiensi. "Perkiraan harga minyak untuk jenis Brent tahun 2015 yang sebesar US$ 55 per barel dan US$ 51 per barel pada 2016 akan memberikan kenaikan laba, kendati penguatan tesebut akan moderat di beberapa pasar akibat apresiasi dolar AS," kata dia seperti dikutip dari siaran pers yang dirilis IATA, Kamis (10/12)

Kemudian permintaan untuk perjalanan penumpang tumbuh 6,7% tahun ini dan 6,9% pada 2016. Itu akan mengobati kekecewaan terhadap kinerja angkutan kargo tahun 2015 yang hanya tumbuh 1,9% dan prediksi 3% pada tahun depan. "Lemahnya kinerja angkutan kargo merefleksikan lesunya pertumbuhan perdagangan," ujar dia.

Penguatan kinerja ekonomi di kawasan-kawasan kunci, termasuk pemulihan ekonomi Zona Euro yang lebih cepat dari perkiraan, dapat menutup dampak pelemahan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok dan penurunan ekonomi di Brazil. Pertumbuhan PDB global diperkirakan membaik menjadi 2,7% pada 2016 dibanding 2,5% pada 2015. Hasil efisiensi oleh airlines juga tergambar dari tingginya tingkat isian penumpang (load factor) yang sebesar 80,6% pada 2015, namun akan turun tipis pada 2016 menjadi 80,4%. Kapasitas meningkat dan diperkirakan sejalan dengan pertumbuhan permintaan 2016. Namun demikian, imbal hasil berpotensi memburuk di tengah kondisi persaingan yang ketat.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah berita bagus. Industri penerbangan memiliki kinerja finansial dan operasi yang solid. Para penumpang mendapatkan manfaat lebih dari yang diterima selama ini berkat kompetisi tarif dan produk. Lebih banyak orang dan pebisnis terkoneksi. Tenaga kerja meningkat. Dan, para shareholder bisa menikmati hasil investasi mereka secara normal," imbuh Tony.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon