Ketegasan Menteri Susi Berantas Pencurian Ikan Pukul Ekonomi Thailand
Selasa, 15 Desember 2015 | 17:36 WIB
Jakarta – Ketegasan Pemberantasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberantas pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Indonesia bukan hanya membawa dampak di pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan Indonesia semata. Namun juga berdampak memukul angka Produk Domestik Bruto (PDB) di sektor perikanan Thailand dan negara lain.
Menteri Susi menjelaskan, data dari National Economic and Social Dev Board (NESDB) Thailand mengungkapkan kontribusi sektor perikanan terhadap Gross domestic product (GDP) Thailand mengalami penurunan drastis. Kontribusinya rata-rata sektor perikanan terhadap GDP Thailand sekitar 1,6 %, sedangkan di Q3-2015 kontribusinya justru minus 3,1%.
"Semenjak pertengahan Q4-2014 industri perikanan Thailand terus menurun hingga saat ini. Ini sejak KKP mulai memberlakukan pemberantasan kapal illegal fishing dan moratorium bekas kapal asing," ujar Menteri Susi di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Susi, penurunan GDP ini menunjukkan ketergantungan perikanan Thailand dengan pasokan ikan dari Indonesia. Hal ini dinilai tidak dapat lepas dari adanya penangkapan sejumlah kapal berbendera Thailand saat mengambil ikan di perairan Indonesia dalam setahun terakhir.
Selain itu, kata Susi, portal ABC News menuliskan, di Indonesia saat ini telah tercipta puluhan ribu pekerjaan baru di skala kecil, seperti penangkapan ikan tuna sirip kuning yang terlihat di dekat pantai untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.
"Ini merupakan bukti keberhasilan dari tindakan keras terhadap illegal fishing yang dilakukan kami," imbuh Susi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




