ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bencana Global Sebabkan Kerugian Ekonomi USD 85 miliar

Senin, 21 Desember 2015 | 17:15 WIB
W
B
Penulis: Windarto | Editor: B1
Korban gempa Nepal di tempat penampungan sementara di Kathmandu, 27 April 2015.
Korban gempa Nepal di tempat penampungan sementara di Kathmandu, 27 April 2015. (AFP Photo/Prakash Mathema)

Jakarta

 

Banyak kejadian bencana sepanjang 2015 seperti angin topan, gempa bumi, banjir, dan kebakaran hutan. Badai musim dingin yang terjadi di AS pada Februari lalu merupakan bencana yang mengakibatkan kerugian terbesar tahun ini. Bencana tersebut mengakibatkan kerugian yang diasuransikan lebih dari USD 2 miliar. Bencana lain yang juga berkontribusi terhadap jumlah korban jiwa terjadi di Nepal April lalu. Gempa dengan kekuatan 7,8 SR tersebut setidaknya menelan korban jiwa sebanyak 9 ribu orang dan menghancurkan sekitar 500 ribu rumah.


Kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari bencana ini diperkirakan mencapai lebih dari USD 6 miliar. Ironisnya, dari jumlah kerugian tersebut yang diasuransikan hanya sekitar Rp 160 juta. Hal ini karena penetrasi asuransi di negara tersebut masih rendah.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, tahun ini merupakan tahun yang memiliki suhu terpanas. Suhu yang sangat tinggi dan kurangnya curah hujan menyebabkan kekeringan, kebakaran hutan, dan gelombang panas di berbagai daerah. Lebih dari 5 ribu orang tewas akibat gelombang panas sepanjang musim panas di India, Pakistan, Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Di India dan Pakistan suhu melonjak di atas 48 ° C pada bulan Mei dan Juni, tertinggi yang tercatat sejak tahun 1995, dan diklaim mengklaim menyebabkan lebih dari 3 ribu korban.

ADVERTISEMENT


Seperti dikutip situs Swiss Re, akhir pekan lalu (18/2), Kepala Ekonom Swiss Re Kurt Karl mengatakan, ini suatu tahun yang banyak terjadi bencana, dan sangat disayangkan mengakibatkan banyak korban. Ia menyebut akibat bencana tersebut memberi dampak ekonomi secara keseluruhan. Seringkali daerah yang terkena bencana tersebut merupakan daerah yang tingkat penetrasi asuransinya rendah. Banyak pula korban karena kapal yang membawa migran dari daerah konflik di Afrika Utara terbalik ketika mencoba menyeberang ke Eropa. Para migran ini seringkali menggunakan kapal yang tidak layak untuk berlayar.
Menurut estimasi Sigma, lembaga riset Swiss Re, Kerugian ekonomi yang disebabkan bencana sepanjang tahun 2015 mencapai USD 85 miliar atau setara Rp 1.181,5 triliun (kurs Rp 13.900 per USD). Dari total kerugian tersebut yang diasuransikan sebesar USD 32 miliar atau setara Rp 444,8 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon