ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor Sumbar Triwulan III Tumbuh 4,2 Persen

Selasa, 22 Desember 2015 | 04:48 WIB
HB
B
Penulis: Herry Barus | Editor: B1
Gedung Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia (AFP Foto/Istimewa)

Padang- Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), mencatat pertumbuhan ekspor provinsi itu pada triwulan III 2015 tumbuh 4,1 persen atau turun dibandingkan triwulan II yang mencapai 18,1 persen.

"Turunnya harga komoditas internasional dan permintaan ekspor dari negara mitra dagang utama berdampak pada penurunan kinerja ekspor," kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumbar Triwulan III 2015 yang diterbitkan BI perwakilan Sumbar.

Puji menyebutkan nilai ekspor non migas tercatat turun menjadi 370,1 miliar dolar AS pada triwulan III dari sebelumnya sebesar 462,2 miliar dolar AS pada triwulan II.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut terutama berasal dari penurunan nilai ekspor CPO yang mendominasi total ekspor Sumbar, ujarnya.

Sementara itu, volume ekspor nonmigas turun menjadi 759,2 ribu ton pada triwulan III dari sebelumnya sebesar 903 ribu ton pada triwulan II, lanjut dia.

Ia menyampaikan turunnya kegiatan ekspor luar negeri Sumbar juga tercermin dari menurunnya aktivitas ekspor melalui pelabuhan Teluk Bayur, terutama akibat turunnya permintaan dari negara tujuan utama seperti India dan Amerika Serikat.

Dua negara tujuan ekspor tersebut memiliki total pangsa ekspor masing-masing sebesar 36 persen dan 18 persen, kata dia.

Kondisi tersebut diperkuat pula oleh hasil liason Kantor Perwakilan BI yang menunjukkan bahwa skala likert penjualan ekspor Sumbar pada triwulan III masih tercatat negatif sebesar 0,2.

Ia menambahkan menurunnya kinerja ekspor luar negeri tersebut, sejalan dengan terus turunnya harga komoditas unggulan Sumbar yaitu CPO dan karet di tingkat internasional.

Namun, lanjut dia, berbeda dengan perdagangan luar negeri, permintaan produk Sumbar dari dalam negeri meningkat akibat turunnya pasokan produksi bahan makanan dari daerah lain akibat dampak fenomena el Nino dan meletusnya Gunung Sinabung, sehingga mendorong perbaikan kinerja ekspor daerah.

Ia menyampaikan pertumbuhan ekspor antar daerah pada triwulan III 2015 tercatat menjadi sebesar 164,9 persen atau naik signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 33,3 persen.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Triyani Susilowati mengatakan komoditas ekspor provinsi tersebut belum beragam.

"Ekspor Sumbar setiap tahunnya hanya meliputi CPO kelapa sawit, karet serta rempah-rempah," kata dia.

Menurut dia belum beragamnya komoditas ekspor Sumbar akibat beberapa faktor penghambat yaitu masih rendah sarana prasarana ekspor seperti pelabuhan Teluk Bayur yang saat ini belum mengalami pembaruan.

Selain itu sumber daya manusia yang berkecimpung dalam bidang tersebut jumlahnya terbatas, kata dia.

"Sumber daya terbatas juga terjadi dalam hal menarik investor luar yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan dana lebih," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekspor Nonmigas Dorong Surplus Perdagangan RI 2025 Rp 640 T

Ekspor Nonmigas Dorong Surplus Perdagangan RI 2025 Rp 640 T

EKONOMI
Nilai Ekspor RI Januari-Oktober 2025 Naik 6,96 Persen

Nilai Ekspor RI Januari-Oktober 2025 Naik 6,96 Persen

EKONOMI
Ekspor Nonmigas RI ke China Capai US$ 24,25 Miliar hingga Mei 2025

Ekspor Nonmigas RI ke China Capai US$ 24,25 Miliar hingga Mei 2025

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon