ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keputusan Pengembangan Blok Masela Diundur Awal 2016

Selasa, 29 Desember 2015 | 19:44 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas (Antara)

Jakarta - Keputusan pemerintah mengenai pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku diundur hingga awal 2016. Pemerintah ingin mendengar masukan dari pengembang Blok Masela yakni Inpex Corporation dan Shell Upstream Overseas Services. Sedianya keputusan Blok Masela diambil akhir tahun ini seiring rampungnya kajian konsultan independen Poten & Partners.

"Insyaallah awal tahun (ada keputusan). Tadi Presiden minta diatur supaya setelah balik dari (kunjungan) Papua (Inpex dan Masela) bisa diundang," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Jakarta, Selasa (29/12).

Jokowi hari ini menggelar rapat untuk membahas nasib Blok Masela. Dalam rapat itu hadir sejumlah menteri terkait guna mendengarkan masukan pengembangan kawasan sekitar blok dan wilayah Maluku. Dia menyebut Menteri Dalam Negeri menjelaskan mengenai urusan daerah, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman urusannya dengan daerah pengembangan maritim, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi terkait teknologi apa yang paling tepat digunakan, serta Menteri Keuangan mengenai pendapatan negara. "Ini proyek terbesar dengan total investasi US$ 30 miliar sehingga semua aspek dilihat lebih dalam. Apalagi beliau orang lapangan. Jadi beliau sangat concern implementasinya," ujarnya.

Opsi pengembangan Blok Masela yakni kilang gas alam cair (LNG) darat atau kilang LNG terapung. Sedianya pengembangan Blok Masela ini diputuskan pada Oktober 2015 kemarin. Namun lantaran timbul polemik mengenai pengembangan blok tersebut maka diputuskan untuk mendapatkan masukan dari konsultan independen.

ADVERTISEMENT

Pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 3,8 miliar untuk membiayai konsultan dalam mengkaji Blok Masela. Konsultan ini memberikan pertimbangan mana yang lebih baik dari dua opsi pengembangan, apakah menggunakan kilang LNG terapung atau kilang LNG di darat. Tim counterpart sudah dibentuk untuk mendampingi sekaligus mengawasi Poten & Partners dalam bekerja. Tim counterpart membantu konsultan jika membutuhkan data atau mewawancarai orang tertentu. Hasil kajian sudah rampung pekan lalu dan menyatakan pengembangan Blok Masela yakni kilang LNG terapung.

Berdasarkan kajian SKK Migas bersama Inpex sebagai operator Masela, dengan kapasitas tahunan kilang sebesar 7,5 metrik ton per tahun, biaya kapital untuk membangun kilang di darat sebesar US$ 19,3 miliar dan di laut US$ 14,8 miliar. Sementara biaya operasional per tahun untuk kilang di darat diperkirakan sebesar US$ 356 juta dan di laut US$ 304 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Raih Komitmen Investasi Proyek Masela Rp 339 T dari Jepang

Bahlil Raih Komitmen Investasi Proyek Masela Rp 339 T dari Jepang

EKONOMI
Menkeu Purbaya Dorong Blok Masela Onstream 2029

Menkeu Purbaya Dorong Blok Masela Onstream 2029

EKONOMI
Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

EKONOMI
SKK Migas dan INPEX Masela Rampungkan Studi CCS Proyek Gas Abadi

SKK Migas dan INPEX Masela Rampungkan Studi CCS Proyek Gas Abadi

EKONOMI
Bahlil: Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

Bahlil: Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon