Selama 2016 Ekspor Alas Kaki Tumbuh 7%
Rabu, 30 Desember 2015 | 11:10 WIB
Jakarta-Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan, ekspor produk alas kaki diperkirakan tumbuh hingga 7% menjadi US$4,7 miliar pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai US$4,4 miliar.
"Produsen yang fokus pada pasar lokal lebih mengutamakan menghabiskan stok yang ada ketimbang memproduksi yang baru. Hal itu karena penjualan mengalami perlambatan di sepanjang tahun ini," kata Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko kepada pers di Jakarta, Rabu (30/12).
Untuk pasar lokal, menurut Eddy, tidak ada pertumbuhan sama sekali. Kalau tahun lalu itu satu bulan bisa dapat Rp2,5 triliun, sekarang itu perbulannya tidak sampai Rp2 triliun.
"Selain daya beli yang kurang, produsen juga banyak memberi diskon. Sekadar untuk menghabiskan stok saja," papar dia.
Sementara itu, pasar ekspor masih bisa merasakan pertumbuhan akibat penyesuaian harga yang dilakukan tiap tahunnya. Pada dasarnya pertumbuhan tersebut terutama disokong oleh kenaikan harga jual, bukan karena peningkatan volume produk.
"Secara jumlah atau volume hampir sama dengan tahun lalu. tapi memang nilainya yang agak naik, karena tiap tahun memang ada kenaikan beberapa persen," ujarnya.
Eddy menambahkan, kendati masih bisa mengecap pertumbuhan, raihan tersebut masih meleset dari target yang ditetapkan awal tahun yakni sebesar 10%.
"Perlambatan pada sektor alas kaki memang sudah diprediksikan sejak awal akibat depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar serta ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku maupun bahan penolong impor," tutur Edy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




