ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kunci Utama Hadapi MEA

Rabu, 30 Desember 2015 | 19:18 WIB
RS
FH
Penulis: Ridho Syukro | Editor: FER
Uji coba perahu pemberian Bank OCBC NISP kepada nelayan Kali Adem - Muara Angke, 21 Agustus 2015.
Uji coba perahu pemberian Bank OCBC NISP kepada nelayan Kali Adem - Muara Angke, 21 Agustus 2015. (PR OCBC NISP)

Jakarta - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo, mengatakan, mutu dan keamanan hasil perikanan akan menjadi kunci utama dalam peningkatan daya saing untuk memenangkan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata.

Menurut Nilanto, saat ini persaingan perdagangan global, khususnya di sektor perikanan, sudah semakin ketat. Dengan semakin banyaknya pesaing dan pilihan, konsumen akan semakin selektif dalam memilih produk.

Salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih produk perikanan adalah mutu dan keamanan produk dan hasil perikanan, yang berdampak pada semakin ketatnya persyaratan mutu di negara-negara tujuan ekspor.

"KKP sangat gencar mensosialisasikan agar semua stakeholder perikanan besar maupun kecil dapat terus meningkatkan mutu kualitas produknya agar mampu bersaing dengan produk lain," ujar Nilanto dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (30/12).

ADVERTISEMENT

Direktur Bina Mutu dan Diverisfikasi Produk Perikanan KKP, Artati Widiarti, menambahkan, pemerintah terus mengkampanyekan untuk meningkatkan mutu hasil perikanan untuk menggugah kesadaran semua, termasuk produsen/konsumen, pemerintah/swasta, dan masyarakat tentang pentingnya jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan sehingga produk perikanan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi serta tercipta masyarakat Indonesia yang sehat dan generasi berkecukupan gizi, terutama dari ikan.

Peningkatan mutu dan keamanan produk perikanan, lanjut dia, harus dilaksanakan mulai di semua sektor perikanan mulai sektor hulu sampai ke hilir yakni sejak dari kapal penangkap, pembongkaran, dan tempat pengolahan dan pemasaran serta hasil perikanan.

"KKP mengajak semua lapisan agar bergerak bersama untuk meningkatkan standarisasi mutu dan kualitas produk perikanan nasional," ujarnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2015, sampai dengan data triwulan II yang dirilis BPS, pertumbuhan PDB Sektor Kelautan dan Perikanan mencapai 7,17 persen. Angka tersebut diatas pertumbuhan PDB Pertanian 6,64 persen dan PDB Nasional 4,67 persen.

Kontribusi produksi perikanan budidaya terhadap produksi perikanan nasional sebesar 62,78 persen dengan kenaikan rata-rata produksi 23,74 persen per tahun, sedangkan perikanan tangkap berkontribusi 37,27 persen dengan kenaikan rata-rata 3,64 persen per tahun.

Selain itu, nilai ekspor produk perikanan tahun 2014 meningkat US$ 0,46 miliar dibanding tahun sebelumnya menjadi US$ 4,64 miliar. Negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa, dengan komoditas utama, udang dan tuna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

NASIONAL
65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung dan Siap Beroperasi pada 2026

65 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung dan Siap Beroperasi pada 2026

EKONOMI
KKP Kaji Harga BBM Khusus Nelayan untuk Tekan Lonjakan Biaya Melaut

KKP Kaji Harga BBM Khusus Nelayan untuk Tekan Lonjakan Biaya Melaut

EKONOMI
Viral Dijual Rp 65 M, KKP Hentikan Operasional Pulau Umang di Banten

Viral Dijual Rp 65 M, KKP Hentikan Operasional Pulau Umang di Banten

NASIONAL
KKP Ancam Tutup Gerai Penjual Ikan yang Gunakan Formalin

KKP Ancam Tutup Gerai Penjual Ikan yang Gunakan Formalin

EKONOMI
Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Ikan Layang

Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Ikan Layang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon