MEA Lebih Untungkan Pariwisata Indonesia dari Negara Asean Lainnya
Kamis, 7 Januari 2016 | 17:03 WIB
Jakarta – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diyakini akan lebih menguntungkan pariwisata Indonesia dibanding negara Asean lainnya. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pun diprediksi akan semakin bertambah dengan dimulainya pasar tunggal Asean tersebut pada awal tahun ini.
"Untuk Indonesia, dalam hal pariwisata, kita akan lebih untung dengan diberlakukannya MEA," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, seperti dikutip dari Investor Daily, Jumat (8/1).
Menpar menjelaskan, posisi Indonesia dengan jumlah kunjungan wisman sekitar 10 juta orang per tahun, masih relatif lebih sedikit dibanding negara Asean lainnya seperti Thailand yang sudah mencapai 30 juta kunjungan dan Malaysia 27 juta kunjungan. "Dari data ini, kalau dari sisi pasar yang diperebutkan, kita lebih kecil. Jadi, kalau dibebaskan, kita malah lebih untung," ujar Menpar.
Indonesia, lanjut Menpar, bisa menarik wisman yang sudah berkunjung ke Malaysia, Thailand, dan negara-negara Asean lainnya untuk datang ke Tanah Air. "Jadi kalau kita mau menarik wisman yang sedang berkunjung ke negara-negara tersebut, kita tidak perlu promosi langsung ke negara asal wisman yang bersangkutan. Cukup promosi di Thailand atau Singapura misalnya, karena turis-turis itu sudah berkumpul di sana," jelas Menpar.
Menpar melanjutkan, Kementerian Pariwisata akan melakukan promosi besar-besaran di Singapura. Tujuannya, untuk menarik minat orang Singapura, dan juga wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut, agar tertarik untuk berwisata juga ke Indonesia.
"Singapura itu memang warganya hanya 3,5 juta orang. Tetapi jangan salah, jumlah wisatawannya jauh lebih banyak, ada 16 juta turis di sana. Jadi istilah saya, menjaring di kolam ikan," jelas Menpar.
Pada 2016, kunjungan wisman ditargetkan bakal mencapai 12 juta orang dengan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 172 triliun. Sementara untuk jumlah perjalanan wisnus diestimasi sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun.
"Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional diproyeksikan meningkat menjadi 5% dari tahun ini 4,23%, dan jumlah lapangan kerja yang tercipta menjadi 11,7 juta tenaga kerja," kata Menpar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




