Maybank Finance Targetkan NPF 0,17 Persen
Kamis, 7 Januari 2016 | 19:30 WIB
Jakarta - PT Maybank Indonesia Finance menargetkan, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) untuk tahun ini di kisaran 0,17 persen. Nilai tersebut menurun dibandingkan NPF pada akhir 2015 yang berada di kisaran 0,38 persen.
Direktur Utama Maybank Finance, Alexander, menjelaskan, kondisi ekonomi yang diprediksi lebih baik dibanding tahun lalu mempengaruhi daya angsur debitur sehingga NPF tahun ini bisa ditekan.
"Kami inginnya, NPF tahun ini bisa kembali seperti pada tahun 2014 yang berada di kisaran 0,17 persen," ujar Alexander di Jakarta, Kamis (7/1).
Menurut Alexander, perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun lalu memang mempengaruhi NPF perseroan sehingga meningkat ke angka 0,38 persen. Kendati, apabila dibandingkan dengan rata-rata industri, NPF tersebut masih sangat rendah.
Dari sisi pembiayaan, pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan 10 persen. Sementara pada tahun 2015, pembiayaan perseroan mencapai Rp 8,3 triliun, naik dibandingkan 2014 yang sebesar Rp 7,9 triliun.
Pembiayaan mobil baru masih menjadi fokus utama bisnis Maybank Finance. Dari total pembiayaan Rp 8,3 triliun pada tahun 2015, sekitar 97 persen berasal dari kontribusi mobil baru, sedangkan sisanya berasal dari pembiayaan alat berat dan multi guna.
Dari sisi pendanaan, perseroan masih mengutamakan pendanaan dari induk usaha dalam bentuk joint financing, yaitu sekitar 70 persen. Sedangkan sisanya berasal dari obligasi dan modal sendiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




