90 Persen Truk di Lintas Merak-Bakauheni Kelebihan Muatan
Selasa, 28 Februari 2012 | 15:36 WIB
Pada 2014 di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni ditargetkan bisa mengoperasikan 40 kapal feri dari saat ini hanya 33 kapal feri.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengatur tarif khusus bagi angkutan truk yang menyeberang melalui kapal feri di lintas Merak-Bakauheni. Hal Itu dilakukan mengingat 90 persen dari 3.500 truk yang menyeberang mengalami overload dan overspace.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso mengungkapkan, saat ini aturan tarif tonase truk telah dihapus atas permintaan pengusaha. Akibatnya, para pengusaha bus disinyalir melakukan jor-joran dalam mengangkut muatan barang.
"Sebanyak 90 persen truk yang melintas di penyeberangan Merak-Bakauheni itu overloading (kelebihan muatan) dan overspace (memakan ruang). Makanya akan ada tarif khusus buat truk semacam ini, draft tarif sudah diserahkan ke Menteri (Menteri Perhubungan) tinggal diteken saja," kata dia dalam pengarahan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Dalam Rangka Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan di Jakarta, hari ini.
Suroyo mengungkapkan, kondisi overloading dan overspace tak hanya membuat kapal-kapal feri yang melintas di Merak-Bakauheni cepat rusak, namun juga muatannya jadi menyusut. Kondisi itu berdampak pada turunnya pendapatan pemilik kapal feri.
"Yang harusnya kapal feri bisa muat 75 truk, karena truk-truk itu overspace maka hanya bisa muat 25-50 truk saja. Memang ini tidak melanggar aturan karena memang tidak diatur, tapi ini kan merugikan buat pemilik kapal feri karena tarifnya sama saja dengan yang normal (tidak overload dan overspace)," kata dia.
Untuk lintas Merak-Bakauheni, pemerintah akan mengadakan tiga kapal feri bagi lintas penyeberangan Merak-Bakauheni senilai Rp 350 miliar. Pembangunan tiga kapal dimulai tahun ini hingga 2014 senilai Rp 450 miliar, kapal yang dibangun berkapasitas 12 ribu gross ton (GT).
Pada 2014 di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni ditargetkan bisa mengoperasikan 40 kapal feri dari saat ini hanya 33 kapal feri.
Penambahan kapal feri di Merak-Bakauheni dilakukan karena lintasan tersebut sangat padat. Per hari ada 3.100-3.500 truk yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni, sedangkan mobil mencapai 5.000-6.000 unit. Tingginya pergerakan kendaraan telah terjadi sejak dua tahun lalu.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengatur tarif khusus bagi angkutan truk yang menyeberang melalui kapal feri di lintas Merak-Bakauheni. Hal Itu dilakukan mengingat 90 persen dari 3.500 truk yang menyeberang mengalami overload dan overspace.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso mengungkapkan, saat ini aturan tarif tonase truk telah dihapus atas permintaan pengusaha. Akibatnya, para pengusaha bus disinyalir melakukan jor-joran dalam mengangkut muatan barang.
"Sebanyak 90 persen truk yang melintas di penyeberangan Merak-Bakauheni itu overloading (kelebihan muatan) dan overspace (memakan ruang). Makanya akan ada tarif khusus buat truk semacam ini, draft tarif sudah diserahkan ke Menteri (Menteri Perhubungan) tinggal diteken saja," kata dia dalam pengarahan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Dalam Rangka Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan di Jakarta, hari ini.
Suroyo mengungkapkan, kondisi overloading dan overspace tak hanya membuat kapal-kapal feri yang melintas di Merak-Bakauheni cepat rusak, namun juga muatannya jadi menyusut. Kondisi itu berdampak pada turunnya pendapatan pemilik kapal feri.
"Yang harusnya kapal feri bisa muat 75 truk, karena truk-truk itu overspace maka hanya bisa muat 25-50 truk saja. Memang ini tidak melanggar aturan karena memang tidak diatur, tapi ini kan merugikan buat pemilik kapal feri karena tarifnya sama saja dengan yang normal (tidak overload dan overspace)," kata dia.
Untuk lintas Merak-Bakauheni, pemerintah akan mengadakan tiga kapal feri bagi lintas penyeberangan Merak-Bakauheni senilai Rp 350 miliar. Pembangunan tiga kapal dimulai tahun ini hingga 2014 senilai Rp 450 miliar, kapal yang dibangun berkapasitas 12 ribu gross ton (GT).
Pada 2014 di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni ditargetkan bisa mengoperasikan 40 kapal feri dari saat ini hanya 33 kapal feri.
Penambahan kapal feri di Merak-Bakauheni dilakukan karena lintasan tersebut sangat padat. Per hari ada 3.100-3.500 truk yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni, sedangkan mobil mencapai 5.000-6.000 unit. Tingginya pergerakan kendaraan telah terjadi sejak dua tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




