ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lepas Blok East Kalimantan, Chevron Pastikan Tetap Investasi di Indonesia

Selasa, 19 Januari 2016 | 14:36 WIB
RA
FB
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: FMB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima petinggi PT Chevron, di Kantor Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/1).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima petinggi PT Chevron, di Kantor Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/1). (BeritaSatu.com/Ezra Sihite)

Jakarta - Chevron Indonesia memastikan tetap akan melanjutkan investasi di Indonesia meski tidak lagi menggarap Blok East Kalimantan pada 2018. Salah satunya Chevron bakal melanjutkan Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro menuturkan, dengan melepas Blok East Kalimantan, bukan berarti Chevron hengkang dari Indonesia. Chevron dipastikan tetap melanjutkan investasinya di lokasi lain seperti Riau dan Kalimantan Timur.

"Mereka masih ada di Riau melalui Chevron Pacific Indonesia. Di Kalimantan Timur pun masih ada beberapa blok, termasuk Indonesia Deepwater Development (IDD). Itu masih diteruskan, tidak akan dilepas," kata dia di Jakarta, Selasa (19/1).

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan investasi di Indonesia. Chevron akan terus mendukung Indonesia mengembangkan sumber daya energi secara selamat, efisien, dan andal.

ADVERTISEMENT

"Keputusan ini tidak mempengaruhi komitmen kami untuk meneruskan sejarah 90 tahun kemitraan di Indonesia atau menjalankan proyek-proyek strategis seperti proyek Indonesia Deepwater Development (IDD)," ujarnya.

Chevron telah mengajukan revisi rencana pengembangan (plan of development/POD) IDD pada 31 Desember 2015 lalu. Menurut SKK Migas, perubahan signifikan dari POD ini yakni soal jadwal produksi dan nilai investasi. Lapangan Gendalo dan Gehem baru dijadwalkan baru akan mulai produksi masing-masing pada 2022 dan 2023, mundur dari awalnya pada 2020. Sementara investasinya diperkirakan sekitar US$ 10 miliar.

Hal lain yang juga diajukan oleh Chevron melalui revisi POD ini adalah perpanjangan kontrak. Proyek IDD Chevron ini menggabungkan empat kontrak kerja sama yaitu Ganal, Rapak, Makassar Strait, dan Muara Bakau. Tiga blok lain yang masuk dalam proyek IDD, yakni Ganal, Rapak, dan Muara Bakau, habis kontrak pada 2028. Sementara Blok Selat Makassar selesai pada 2020.

Sementara untuk volume gas yang diproduksi tidak ada perubahan. Proyek IDD ini ditargetkan dapat memproduksi gas hingga 1.270 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Produksi itu berasal dari empat lapangan, yakni Lapangan Bangka akan menghasilkan gas sekitar 150 mmscfd, Gehem Hub sebesar 420 mmscfd dan kondensat 25 ribu barel per hari (bph), serta lapangan Gendalo Hub mencapai 700 mmscfd dan 25 ribu bph kondensat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Raksasa Energi Global Berebut Peran untuk Kelola Minyak Venezuela

Raksasa Energi Global Berebut Peran untuk Kelola Minyak Venezuela

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon