Pesanan Kapal dari Dalam Negeri Dukung Industri Maritim
Kamis, 21 Januari 2016 | 08:58 WIBJakarta - Ikatan Perusahaan Produsen Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) yang menggunakan jasa pembangunan kapal di dalam negeri. Hal ini dinilai akan menggerakkan industri maritim.
"Galangan lokal mampu membangun tanker 17.500 deadweight tonnage (DWT), sudah terbukti karena beberapa kapal pesanan Pertamina dibangun di galangan anggota Iperindo," ujar Ketua Umum Iperindo Eddy K Logam saat dihubungi wartawan, Kamis (21/1).
PT Pertamina (Persero) sebelumnya memesan delapan unit kapal general purpose (GP) dengan bobot mati 17.500 DWT kepada tiga galangan kapal nasional, yaitu PT Anggrek Hitam Shipyard, PT Daya Radar Utama, dan PT Multi Ocean Shipyard. Delapan kapal sebesar US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) tersebut akan didatangkan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2017.
Menurut Eddy, daya saing lokal harus ditingkatkan, karena itu Iperindo mendorong pemerintah menghapuskan bea masuk komponen kapal. "Selama ini industri galangan kapal telantar dan langkah Pertamina itu menjadi momentum kebangkitan industri maritim," kata dia.
Pengamat migas dan perkapalan, Ibrahim Hasyim, menilai Pertamina memerlukan banyak kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas. Pasalnya kebutuhan tanker berbagai ukuran akan disesuaikan dengan jumlah kargo yang diangkut, letak lokasi pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar, dan kedalaman alur laut Indonesia. "Ini penting dalam mendukung bisnis, membangun efisiensi dan membangun ketahanan energi nasional," kata dia.
Menurut Ibrahim jumlah tanker yang disewa Pertamina lebih banyak dari tanker milik. Pembangunan tanker baru selain untuk meremajakan tanker tua juga untuk menambah kapal milik sehingga mencapai rasio tertentu dalam rangka membangun posisi tawar sehingga harga sewa tidak mudah dipermainkan. "Untuk efisiensi operasi bisa menggunakan jasa ship management. Kalau itu bisa dilakukan semestinya kapal milik lebih murah," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




