ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tahun Baru Imlek 2567, Harapan Ekonomi Membaik

Senin, 8 Februari 2016 | 17:18 WIB
TL
B
Penulis: Tri Listiyarini | Editor: B1
Warga Tionghoa beribadah pada Hari Raya Imlek 2016 di Klenteng Hok Tek Ci Sen, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 8 Februari 2016.
Warga Tionghoa beribadah pada Hari Raya Imlek 2016 di Klenteng Hok Tek Ci Sen, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 8 Februari 2016. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Tahun baru 2567 dalam penanggalan masyarakat Tionghoa atau Tahun Baru Imlek yang dimulai pada Senin (8/2) mendatang diyakini akan membawa harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Ada harapan besar untuk perbaikan perekonomian di Tanah Air melalui berbagai upaya yang tengah digalakkan pemerintah. Sektor-sektor yang menonjol dan berkembang pesat di tahun baru 2567 ini adalah infrastruktur, terutama kelistrikan dan jalan tol, juga industri makanan dan minuman.

Sofjan Wanandi, pengusaha nasional dan mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI, menuturkan, berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa, tahun 2567 merupakan tahun Monyet Api. Memang ada banyak tantangan di tahun baru ini di antaranya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), namun ada harapan besar untuk terjadi perbaikan ekonomi. "Secara ekonomi, tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu, karena pemerintah sudah bekerja. Akan ada perbaikan," kata dia kepada Investor Daily, Jumat (5/2) malam.

Sofjan mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi I-IX dengan harapan makin banyak investasi yang masuk ke Indonesia, pembangunan infrastruktur mulai berjalan sehingga bisa menggerakkan perekonomian. "Pemerintah telah mengeluarkan berbagai daya ungkit melalui berbagai paket-paket kebijakan ekonomi. Tujuannya tak lain agar makin banyak investasi langsung masuk ke Indonesia dan infrastruktur bergerak," ungkap dia.

Dengan kebijakan tersebut, kata dia, sudah barang tentu sektor-sektor yang menonjol dan berkembang pesat di tahun ini adalah sektor terkait pembangunan infrastruktur, seperti listrik dan jalan tol. Juga dengan penduduk Indoneia yang besar, maka sektor atau industri makanan dan minuman tetap yang menarik buat para investor. "Infrastruktur jalan tol dan listrik paling menonjol, ini baik sekali, ditambah dengan upaya pemerintah dengan mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin melalui strategi bantuan ke perdesaan maka ekonomi di tahun ini akan ada perbaikan signifikan," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Seperti dilansir Antara, pakar feng shui Erwin Yap mengatakan, Imlek tahun ini masuk dalam Tahun Monyet Api. Shio Monyet tahun ini tergolong ke dalam elemen logam dan api melambangkan matahari. Kedua elemen ini saat dipertemukan bersifat memanaskan, seperti logam yang ketika terpapar sinar matahari, sehingga menimbulkan kilap. Berkaca pada prinsip tersebut, bisnis yang berelemen logam dapat memberikan hasil yang lebih baik karena sesuai dengan energi yang ada tahun ini. "Namun secara garis besar, bisnis dari elemen apa pun dapat berjalan di Tahun Monyet Api ini," kata Erwin.

Dia mengatakan, beberapa elemen dapat memberi hasil positif karena sesuai dengan energi yang ada. Namun, bisnis yang tergolong ke dalam elemen logam dapat memberi reaksi yang positif di Tahun Monyet Api, misalnya perhiasan. Bisnis berelemen air, misalnya perdagangan, dapat juga menjadi pendukung elemen logam tahun ini karena dalam konsep feng shui, elemen logam dapat menghasilkan elemen air. Berbisnis secara online, tergolong elemen air karena sifat unsur tersebut. Sedangkan bisnis yang kurang berjalan baik tahun ini adalah elemen kayu, misalnya fesyen dan media cetak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sofjan Wanandi: Saatnya Fokus Ekonomi dan Jaga Kepastian Hukum

Sofjan Wanandi: Saatnya Fokus Ekonomi dan Jaga Kepastian Hukum

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon