ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maybank Indonesia Cetak Kenaikan Laba 60,9%

Kamis, 25 Februari 2016 | 19:15 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
ilustrasi Maybank
ilustrasi Maybank (istimewa/Istimewa)

Kuala Lumpur- PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) di akhir 2015 sebesar Rp 1,14 triliun, naik signifikan sebesar 60,9% dari periode yang sama tahun lalu.

Kinerja yang solid dicapai dengan dukungan marjin bunga bersih yang lebih baik, pertumbuhan yang kuat di fee based income, pencapaian yang impresif di perbankan syariah dan upaya pengelolaan biaya secara disiplin.

Tahun lalu, Maybank memperlihatkan kinerja yang kuat dengan pendapatan operasional bersih yang meningkat 14,3% menjadi RM 6,49 miliar ditopang pertumbuhan kredit yang lebih kuat sehingga meningkatkan pendapatan berbasis dana bersih sebesar 29,9%. Selain di pasar utama Singapura dan Indonesia, pasar besar lain juga mencatat pertumbuhan kredit yang kuat termasuk Indo-Cina (+61,2%), Filipina (+38,7%) dan Tiongkok (+9,1%).

Kontribusi dari perbankan internasional terhadap pendapatan grup sebesar 35,8% sementara kredit gross sekarang menyumbang 43,6% kredit grup.

ADVERTISEMENT

Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, secara grup mengumumkan laba bersih yang naik 1,8% dari RM 6,72 miliar tahun lalu menjadi RM 6,84 miliar, didukung kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 14,6% pada tahun 2015.

Pendapatan operasional bersih meningkat menjadi RM 21,24 miliar dari RM 18,53 miliar sehubungan divisi bisnis utama mencatat kinerja yang lebih baik, yaitu international banking (+14,3%), community financial services (+8,9%) dan global banking (+3,3%).

Pendapatan bunga (fund based income) naik 15,3%, didorong kenaikan kredit grup sebesar 12,0% serta posisi marjin bunga bersih (NIM) yang stabil. Kredit grup juga didukung kenaikan operasional internasional sebesar 20,8% dan 5,3% dari operasional Malaysia. Operasional Singapura mencatat kenaikan kredit 6%, Indonesia 5% dan pasar internasional lain sebesar 22,2%.

President & CEO Group, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, pada paruh kedua tahun keuangan 2015 telah terjadi volatilitas yang tinggi dalam iklim perekonomian, dan Maybank telah mengadopsi strategi dengan meningkatkan likuiditas dan posisi modal untuk dapat melalui iklim perekonomian yang dinamis.

"Dinamika yang terjadi membuat kami mengambil langkah-langkah proaktif termasuk menilai kembali strategi risiko untuk memastikan kami sedapat mungkin tidak terkena dampak perekonomian saat ini," ucap Farid dalam siaran persnya, Kamis (25/2).

Grup juga telah mengoptimalkan jaringan untuk mencapai kenaikan simpanan gross 12,8%, yang dicapai dengan dukungan kenaikan 5,0% dari operasional Malaysia, kenaikan 10,2% di Singapura dan kenaikan di Indonesia sebesar 12,8%. Pertumbuhan simpanan yang melampaui pertumbuhan kredit, membantu membawa rasio simpanan-terhadap-pinjaman (loan-to-deposit) pada tingkat yang sehat sebesar 91,5%. Rasio simpanan current account & saving account (CASA) terhadap total simpanan tetap terjaga di tingkat 33,7%.

Sementara, Chairman Maybank Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan Group akan tetap bertahan di tengah iklim perekonomian makro yang penuh tantangan. "Upaya kami untuk mencari peluang peningkatan revenue di seluruh portofolio segmen bisnis di beberapa negara di mana kami beroperasi, disertai dengan inisiatif restrukturisasi biaya yang sedang berjalan akan terus meningkatkan produktivitas," katanya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Road to Maybank Marathon 2025 Resmi Dimulai, Siap Bekali Pelari di 6 Kota

Road to Maybank Marathon 2025 Resmi Dimulai, Siap Bekali Pelari di 6 Kota

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon