ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Djarot Akan Audit Aset PT Jakarta Propertindo

Senin, 21 Maret 2016 | 22:42 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1

Jakarta - Melihat dividen yang diberikan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) cukup minim, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan akan melakukan audit terhadap keberadaan aset milik BUMD DKI yang bergerak di bidang properti ini.

Mantan Wali Kota Blitar ini merasa kecewa dengan kinerja PT Jakpro yang hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp 5 miliar setiap tahunnya. Padahal perusahaan daerah ini memiliki jumlah aset yang cukup besar. "Kita kecewa. Masa PT Jakpro dengan aset yang segitu besar, dia menyampaikan pendapatannya cuma Rp 5 miliar setahun. Gila saja. Nggak mungkin. Ini perlu dievaluasi juga. Perlu diaudit juga," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (21/3).

Langkah audit dan evaluasi aset yang dimiliki Jakpro untuk mengetahui realisasi pendapatan real yang diterima perusahaan ini setiap tahunnya. Karena tidak mungkin, pendapatan yang diklaim Jakpro sangat kecil dalam ukuran perusahaan yang sudah profesional tersebut.

PT Jakpro mendapatkan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) yang cukup besar. Berdasarkan Perda Nomor 12 Tahun 2004 tentang PMP PT Jakpro, besaran dana yang diberikan ke BUMD tersebut mencapai Rp 10 triliun.

ADVERTISEMENT

Selama ini, hingga tahun 2014, dana PMP yang sudah dicairkan sebesar Rp 2 triliun. Kemudian di tahun 2015 diberikan dana PMP sebesar Rp 500 miliar dan tahun ini diberikan dana PMP sebesar RP 2,95 triliun.

"Nah itu lah yang perlu kita evaluasi. Aku bilang itu bisa undervalue, itu bisa dibawah nilai pasar. Ini ada apa? Ini lah yang perlu diaudit. Supaya kita pnya perusahaan daerah itu betul-betul sehat dan profesional. Tidak gampang untuk minta PMP, harus profesional," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon