ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Siapkan Penangkar Benih di Sentra Bawang Merah

Senin, 25 April 2016 | 20:13 WIB
AD
AD
Penulis: Aditya L Djono | Editor: ALD
Ilustrasi bawang merah
Ilustrasi bawang merah (Antara/Abriawan Abhe)

Jakarta – Keluhan petani akan tingginya harga benih bawang merah di Kabupaten Brebes dan Cirebon saat ini terus berulang setiap tahun karena saat ini adalah puncak tanam untuk kedua sentra produksi tersebut. Sebenarnya lebih dari 90% petani di sentra utama bawang merah, seperti di Kabupaten Brebes dan Cirebon, memiliki kebiasaan menyimpan benih untuk keperluannya sendiri yang berasal dari musim tanam sebelumnya.

"Apalagi di kedua sentra tersebut, petani menanam bawang merah merupakan kebiasaan turun menurun dan sangat paham pada bulan-bulan sekarang ini harga benih akan mahal," ujar Direktur Perbenihan Hortikultura, Kementerian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf, Senin (25/4).

Sri menambahkan, benih bawang merah berbentuk umbi harus disimpan 1,5-2 bulan untuk mematahkan dormansinya. Hal inilah yang kadang-kadang membuat petani tidak tahan dan tergiur harga bawang merah konsumsi yang mahal, sehingga menjual calon benih yang dimiliki sebagai bawang merah konsumsi.

Harga benih bawang merah biasanya maksimal 1,5 kali harga bawang merah konsumsi, karena susut bobot selama di gudang sekitar 25%, serta faktor biaya penyimpanan dan pemeliharaan selama di gudang.

ADVERTISEMENT

Menyikapi hal ini, sejak 5 tahun yang lalu, Kementerian Pertanian sudah mulai memperkenalkan benih bawang merah asal biji. Namun, untuk mengubah kebiasaan petani menanam benih umbi membutuhkan waktu yang panjang. Hal ini disebabkan persemaian benih biji membutuhkan waktu 6 minggu, yang kemudian ditanam selama 2 bulan.

Sebenarnya, menanam bawang merah dengan benih biji, biaya usaha tani menjadi lebih murah. Sebab, hanya membutuhkan 4 kg benih untuk pertanaman di lahan seluas 1 hektare (ha), dengan harga benih Rp 6 juta per ha. Bandingkan dengan benih umbi yang kebutuhannya 1,2 ton per ha. Dengan harga benih umbi saat ini Rp 35.000 per kg, biaya benih menjadi Rp 42 juta per hektare.

"Biaya benih umbi mencapai 50% dari biaya usaha tani, sehingga bila menggunakan benih biji maka biaya usaha tani menjadi lebih murah dan harga bawang merah konsumsi menjadi lebih murah," jelasnya.

Untuk mengatasi harga benih yang mahal pada bulan-bulan tertentu, pemerintah telah menumbuhkan penangkar benih di semua sentra bawang merah. Sehingga semua sentra dapat mandiri benih di lokasi masing-masing. Hal ini mengurangi kebergantungan benih dari Kabupaten Brebes, Cirebon, dan sentra lainnya di Pulau Jawa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon