BHP Biliton Laporkan Rencana Kajian Strategis ke Pemerintah
Selasa, 24 Mei 2016 | 20:47 WIB
Jakarta - BHP Billiton melaporkan rencana kajian strategis operasi tambang di Indonesia kepada pemerintah. Petinggi BHP menyampaikan hal tersebut selama 30 menit di kantor Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 15.00 berlangsung secara tertutup.
"Hanya laporan biasa. Strategic review," kata Presiden Direktur PT BHP Billiton Indonesia Imelda Adhisaputra ditemui usai pertemuan di Jakarta, Selasa (24/5).
Imelda menyangkal pertemuan itu menyampaikan rencana penjualan saham IndoMet Coal. Dia pun membantah akan menghentikan operasi tambang di Kaliman Tengah. "Belum sampai ke arah itu. Masih strategic review," ujarnya sembari bergegas ke mobilnya.
BHP menggarap tambang batu bara di Kalimantan Tengah melalui IndoMet Coal. IndoMet memiliki 7 konsensi pertambangan berlisensi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). BHP menguasai 75 persen saham IndoMet. Sedangkan 25 persen sisanya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk.
Dalam laporan kuartal pertama 2016, BHP Billiton secara resmi menyatakan sedang melakukan tinjauan strategis terkait keterlibatan IndoMet Coal di 7 proyek yang berada di Kalimantan.
Imelda sebelumnya mengungkapkan rendahnya harga komoditas pertambangan beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor BHP Billiton melakukan kajian strategis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




