ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Persaingan Tarif Hotel Kian Ketat

Selasa, 13 Maret 2012 | 16:41 WIB
IB
B
Kamar Hotel Ibis
Kamar Hotel Ibis (ibis)
Pengembalian investasinya lebih cepat, sekitar lima tahun, dibandingkan bangun hotel bintang empat atau lima.

Banyaknya pengembang yang merambah bisnis hotel dinilai akan meningkatkan persaingan tarif hotel.

Saat ini sejumlah perusahaan properti tengah mengembangkan hotel ekonomis di beberapa wilayah di Tanah Air.
 
Menurut Senior Research Manager Knight Frank Hasan Pamudji, banyaknya pengembang merambah bisnis hotel ekonomis ini akan mendorong persaingan tarif hotel.

“Mereka lebih tertarik bangun hotel ekonomis karena pengembalian investasi lebih cepat, sekitar lima tahun, dibandingkan bangun hotel bintang empat atau lima,” kata dia saat ditemui di Jakarta, hari ini.
 
Hotel ekonomis bisa menawarkan tarif hanya Rp 200.000-an per malam. “Di Bali ada dua Chun Hotel yang menawarkan tarif lebih murah dibanding hotel bintang tiga,” kata dia.
 
Hotel yang bekerja sama dengan salah satu maskapai penerbangan ini bisa memberikan tarif murah karena biaya sewa dihitung berdasarkan perlengkapan yang digunakan konsumen.

“Bisa dipilih mau pakai pendingin ruangan atau kipas angin. Handuk juga harus dipesan,” ucap dia.
 
Hotel tersebut, lanjutnya, rencananya akan buka di kawasan Mangga Besar, Jakarta Utara, pada tahun ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon