ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Tak Puas Angka Pertumbuhan Ekonomi 4,92 Persen

Rabu, 8 Juni 2016 | 09:45 WIB
HS
WP
Penulis: Hotman Siregar | Editor: WBP
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta- Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan mengaku kurang puas dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2016 yang dicapai pemerintah sebesar 4,92 persen. Seharusnya, pemerintah dapat mematok pertumbuhan lebih realistis. Jangan memasang target pertumbuhan yang tinggi sampai 5,3 persen, sementara realisasi hanya 4,92 persen dan terjadi kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha.

"Logikanya ketika postur APBN-P (Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan) berkurang, mestinya prestasi pertumbuhan juga akan ikut terpengaruh," ujar Heri Gunawan di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (8/6).

Menurut Heri, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak terlalu peduli urusan pertumbuhan. Buat mereka, kata dia, yang penting bisa makan. "Jadi pemerintah suruh kerja dong. Masa 1 persen enggak bisa, Jadi pertumbuhan 5,1 persen dianggap cukup realistis," katanya.

Ia mengatakan, pertumbuhan yang ideal seharusnya digerakkan investasi dan ekspor impor. Sementara saat ini posisi ekspor impor mengalami pertumbuhan negatif akibat masih lemahnya harga komoditas dan permintaan. "Kondisi kita saat ini di drive sebagian besar oleh konsumsi rumah tangga, yang salah satunya diberikan pemerintah. Ini menandakan konsumsi rumah tangga tumbuh moderat akibat lemahnya aktivitas ekonomi," katanya.

ADVERTISEMENT

Untuk mengukur seberapa jauh angka pertumbuhan ekonomi ini tercapai, saran Heri, pemerintah tak perlu susah-susah. Hal ini bisa terlihat dari penyerapan tenaga kerja, dan perkembangan kemiskinan di Indonesia "Karena dari target pembangunan 2016 tentang tingkat pengangguran terbuka sebelumnya 5,2-5,5 persen berubah menjadi 5,4-5,7 persen, dengan kenaikan tingkat kemiskinan dari 9-10 persen menjadi 10,0 persen-10,6 persen," kata politisi Gerindra itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon