ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hari Ini 3.876 Ekor Sapi Impor Asal Australia Tiba di Jakarta

Kamis, 9 Juni 2016 | 13:39 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Belasan ekor sapi impor dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sedang dipindahkan oleh operator Perusahaan Bongkar Muat ke truk-truk yang kemudian dibawa ke Feedloter di Tangerang, Kamis, 9 Juni 2016. [SP/Carlos Roy Fajarta Barus]
Belasan ekor sapi impor dari Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sedang dipindahkan oleh operator Perusahaan Bongkar Muat ke truk-truk yang kemudian dibawa ke Feedloter di Tangerang, Kamis, 9 Juni 2016. [SP/Carlos Roy Fajarta Barus] (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Sebanyak 3.876 ekor sapi yang diimpor dari Australia, yang diangkut dengan Kapal Galloway Express telah tiba di Dermaga 101 dan Dermaga 101 U (samping Terminal Penumpang Nusantara Pura II) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ‎pada Kamis (9/6).

Sapi-sapi tersebut merupakan bagian dari program impor daging sapi yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menambah pasokan stok sapi hidup ‎di seluruh pelosok daerah, dan diharapkan dapat menurunkan harga sapi hingga di bawah Rp 80.000/kilogram (kg).

Muhammad Effendi (42), salah satu staf operator ‎dari PT Sinatra Dewa Samudra, mengatakan kapal pengangkut sapi impor tersebut sudah tiba di dermaga pelabuhan pada Pukul 05.09 WIB.

"Kapal memang sandar pada Pukul 01.00 pagi, tapi baru bisa bongkar muat empat jam setelahnya untuk menyiapkan fasilitas dan alat penurun sapi ke truk-truk yang akan mengangkut sapi itu," ujar Effendi, Kamis (9/6) kepada SP di lokasi dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan, ‎sebanyak 3.876 ekor sapi yang akan diangkut dengan menggunakan ratusan truk yang datang silih berganti ke feedloter (penggemukan sapi) dan Rumah Potong Hewan (RPH) di Teluk Naga, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Kita bertugas sebagai Perusahan Bongkar Muat (PBM) untuk ‎mengangkut semua muatan sapi yang diangkut oleh kapal Galloway pada hari ini, kemungkinan seluruh sapi bisa dibongkar muat hingga tengah malam nanti," tambahnya.

Ia menjelaskan, sapi-sapi tersebut sebelum di bawa ke feedloter akan ditimbang terlebih dahulu di Dermaga 203 Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan muatan saat datang dan tiba di Teluk Naga sama persis dan tidak berkurang satu ekor sapi-pun.

"Ada dua perusahaan PBM lainnya yang juga bergantian dengan perusahaan kami untuk mengangkut sapi-sapi ini, ada PT IPS dan PT DML‎, untuk kedatangan kapal pengangkut sapi impor ini sampai dua minggu sekali," lanjut Efendi.

Sementara itu, Warkum (51), petugas operator lainnya, mengungkapkan sapi-sapi tersebut akan langsung dibawa ke Teluk Naga untuk digemukan sedangkan untuk sapi yang sudah cukup gemuk dan mencapai harga keekonomiannya bisa segera langsung dipotong.

"Kalau penggemukan itu kurang lebih membutuhkan waktu hingga dua bulan, tapi sebagian besar sapi yang sudah gemuk sekalipun dibiarkan beberapa waktu agar sapi tidak stres sehingga dagingnya tidak keras bila dipotong," kata Warkum.

Sedangkan, Ong So To (23), salah satu operator asal Filipina di Kapal MV Galloway Express dari perusahaan Vroon Fill Ship, mengatakan kapal tersebut sudah berangkat dari Pelabuhan di Kota Darwin, Australia pada lima hari yang lalu.

"Tugas saya menghitung berapa ekor sapi yang sudah ‎masuk ke truk dan keluar dari kapal, dan disesuaikan dengan manifest kapal," kata Ong So.

Ia mengungkapkan sapi-sapi tersebut berasal dari beberapa kota di Australia yang kemudian dikumpulkan di Kota Dawrin untuk diangkut dengan kapal.

"Semoga saja truk-truk yang mengangkut datang tepat waktu, karena bila truk kosong, maka bongkar muat sapi jadi semakin lama dan menganggu jadwal pengangkutan berikutnya," tandas Ong.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sedang berupaya keras untuk menurunkan harga daging sapi dalam negeri yang saat ini harganya melonjak tinggi dengan harga Rp 130.000 hingga Rp 180.000/kg di sejumlah melalui membuka keran impor dari berbagai perusahaan swasta dengan kuota minimal 20.000 ton per perusahaan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon