ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Sabtu Dinihari, BRIsat Diluncurkan

BRI Tancapkan Tonggak Sejarah Baru

Sabtu, 18 Juni 2016 | 02:04 WIB
PD
B
Penulis: Primus Dorimulu | Editor: B1
Direksi BRI dan dua mantan direktur utama BRI berfoto bersama menjelang peluncuran BRIsat, Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 03.30-04.40 WIB.
Direksi BRI dan dua mantan direktur utama BRI berfoto bersama menjelang peluncuran BRIsat, Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 03.30-04.40 WIB. (Primus Dorimulu/ Beritasatu.com)

Kourou, Guyana - Setelah dua kali tertunda akibat kerusakan teknis pada roket peluncur, Ariane 5, satelit BRI atau BRIsat diluncurkan di Kourou, Guyana, Jumat (17/6), pukul 17.30-18.30 waktu setempat atau Sabtu (18/6) dini hari, pukul 03.30-04.30 WIB. BRI bukan saja menorehkan sejarah baru bagi dirinya, melainkan juga bagi industri finansial dunia.

"Saya bahagia dengan peluncuran BRIsat. Karena dengan memiliki sendiri satelit, kami sudah menancapkan tonggak sejarah baru bagi industri finansial," kata Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Asmawi Syam di Kourou, Guyana, Jumat (17/6) siang waktu setempat, beberapa jam menjelang peluncuran BRIsat. Peluncuran BRIsat sempat dua kali ditunda. Rencana awalnya, peluncuran BRIsat dilangsungkan Rabu (8/6). Namun, setelah diundur ke Kamis (16/6), pihak Arianespace menyatakan penundaan lagi selama 24 jam.

Memiliki sendiri satelit, kata mantan Dirut BRI Iwan Prawiranata, sudah menjadi mimpinya sejak di Bank Exim pada era 1980-an. Waktu itu, ia sudah memperkirakan besarnya ketergantungan industri finansial terhadap teknologi telekomunikasi. Ketika memimpin BRI tahun 1992-1993, mimpi kian kuat karena penggunaan teknologi komunikasi oleh perbankan dan industri keuangan lainnya kian besar.

"Saya senang karena hari ini, mimpi itu sudah menjadi kenyataan," kata Iwan yang bersama mantan Dirut BRI Djokosantoso Moeljono ikut juga dalam rombongan ke Kourou. BRI kini menjadi satu-satunya bank, bahkan industri keuangan di dunia, yang memiliki satelit sendiri.

ADVERTISEMENT

BRI memiliki satelit sendiri pada saat yang tepat. Asmawi mengatakan, pemilikan sendiri satelit terjadi saat setiap bank berlomba mengembangkan branchless banking dan mewujudkan financial inclusion. "Dengan memiliki satelit sendiri, pemerataan pelayanan terhadap nasabah BRI di perkotaan dan perdesaan bisa terwujud dengan baik," ujarnya.

Pada tahun 2016, kata Asmawi, BRI menargetkan menjadi regional MSME bank dengan full banking services dan pada 2017 menjadi menjadi integrated banking solution. Dengan capaian itu, pada 2018, BRI akan naik kelas menjadi the most valuable bank. Sedang pada tahun 2019, BRI menjadi the largest digital banking network, dan pada tahun 2020 menjadi the best digital banking services.

"BRI siap menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean 2020," kata Asmawi. BRI akan menjadi bank terbaik dalam memberikan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Diluncurkan
Dengan tenaga pendorong yang mahadahsyat, Ariane 5, roket milik Arianespace, Perancis, melesat ke angkasa membawa Echostar XVIII, satelit milik perusahaan TV asal AS dan BRIsat menuju posisi orbit di slot 150,5 E dari Kourou, Guyana. Meski terletak di Amerika Latin, Kourou adalah bagian dari negara Prancis. Panjang 54,8 meter, total berat Ariane 5 mencapai 780 ton, termasuk di dalamnya 6,3 ton berat satelit Echostar XVIII yang berada di pucuk roket dan 3,5 ton berat BRIsat yang berada di bawah Echostar XVIII.

Titik paling krusial, kata Stephane Israel, CEO Arianespace, justru terjadi pada tujuh menit terakhir. Pada periode itu, dilakukan hitungan mundur yang semuanya dikerjakan oleh komputer. Pada fase itu, berbagai hal tak diinginkan bisa saja terjadi.

Satelit BRIsat menggunakan bus tipe SSL 1.300 berbentuk silinder berdiameter 122 inci. Tanpa bahan bakar, berat BRIsat 1.872 kg, sedang dengan bahan bakar, beratnya mencapai 3.549 kg atau 3,5 ton. BRIsat memuat 36 transponder dalam frekuensi C-band lebar, frekuensi 36 MHz , dan 9 transponder K-band dengan lebar frekuensi 72 MHz per transponder. Total bidang frekuensi yang dugunakan BRsat untuk C-band selebar 800 Mhz dan Ku-band selebar 720 MHz.

BRIsat diproduksi oleh Space System/Local (SS)/L, AS. Setelah diluncurkan, BRIsat akan berada di 150,5 E Geostasioner orbit di 36.000 km di atas ekuator. Slot 150,5 E berada di atas langit Papua. Antena V-sat yang digunakan BRI akan diarahkan ke ujung timur Indonesia.

Pemilihan Arianespace, kata Asmawi, didasarkan pada rekam jejak perusahaan Prancis itu yang cukup meyakinkan. Pada 1979 atau 37 tahun silam, Arianespace meluncurkan roket Ariane 1, membawa satelit dengan berat 1.800 kg. Ariane 1 diluncurkan tujuh kali, membawa 11 satelit ke antariksa.

Hingga saat ini, Arianespace sudah 75 kali meluncurkan satelit ke angkasa dan semuanya sukses. Ariane 5 pada 30 September 2015 sukses menempatkan satelit di jarak terdekat 249,2 km dari bumi dan jarak terjauh 35.911 km dari bumi.

Proses peluncuran hingga pemisahan satelit memakan waktu 35 menit. Setelah berada di posisi orbit geostasioner, BRIsat akan melewati proses uji-coba, paling lama 60 hari, untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan baik. Setelah itu, satelit BRIsat mulai berfungsi sebagai satelit komunikasi.

BRIsat nantinya dikendalikan oleh Primary Satellite Control Facility (PSCF) di Ragunan. Sedang BSCF di Tabanan dengan kemampuan yang sama merupakan fasilitas pendukung.

Setelah peluncuran BRIsat, Indonesia kini memiliki enam satelit, yaitu BRIsat, Telkom-I, Indostar-2, Telkom-2, Palapa D dan Indosat, dan LEO Lapan. Sedang di atas wilayah Indonesia kini terdapat 78 satelit, yakni Tiongkok 29 satelit, Rusia 16, Jepang 11, Korsel 3, Luxemburg 3, Vietnam 2, India 3, Papua Nugini 1, Thailand 1, Laos 1, Australia 1, AS 1, dan Uni Emirat Arab 1.

Kourou dipilih sebagai lokasi peluncuran satelit Eropa, Usai roket Diamant pertama kali ditembakkan ke angkasa oleh Badan Antariksa Perancis, CNES, 1970, Eropa sepakat menggunakan Guyana Space Center sebagai lokasi peluncuran utama satelit European Space Agency (ESA).

Kourou adalah salah satu kota besar di Guyana, wilayah administratif Prancis yang terletak di timur laut Amerika Latin. Wilayah peluncuran satelit ini terletak di antara Lautan Atlantik sebelah timur, Suriname di barat, dan Brasil di selatan dan tenggara. Meski kota besar, Kourou bukan ibukota negara Guiana, melainkan Cayanne. Kota besar lainnya adalah Mataoury, St Laurent, dan Macouria.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon