Pekan Depan, Tiga Sekuritas Tawarkan Saham Garuda
Jumat, 16 Maret 2012 | 17:25 WIB
Mulai menawarkanke sejumlah investor dengan mengirim surat penawaran.
Tiga perusahaan sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berencana melakukan penawaran sisa saham penawaran perdana (Initial public offering/IPO) PT Garuda Indonesia Tbk pada pekan depan.
Pasca IPO, ketiga sekuritas yakni PT Danareksa Securities, PT Mandiri Securities, dan PT Bahana Securities masih memegang 2,46 lembar saham Garuda atau setara 10,88 persen. Sebagai penjamin emisi, ketiganya harus menyerap sisa saham IPO Garuda yang tidak laku di pasar.
"Sekarang mau ditawarkan secara resmi baik ke lokal maupun asing. Penawaran dimulai minggu depan dan ditutup akhir maret,¨ ujar Deputi Bidang Usaha Jasa, Kementerian BUMN Parikesit Suprapto di Jakarta, hari ini.
Dia menuturkan, ketiga sekutitas pelat merah tersebut akan mulai menawarkan saham Garuda ke sejumlah investor dengan mengirim surat penawaran, termasuk lima pengusaha nasional yang telah dikirimkan pesan singkat oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Dengan selesainya proses penawaran pada akhir maret, menurut Parikesit, proses pelepasan saham Garuda diperkirakan akan rampung pada April mendatang.
Dari ketiga sekuritas tersebut, Parikesit menilai, Bahana dinilai kewalahan karena memegang porsi palinng banyak yakni sekitar 990 ribu lembar saham atau setara 4,41 persen, per kuartal tiga tahun lalu. Sementara, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas, belum terlalu mendesak untuk dijual.
Danareksa Securities dan Danareksa Persero per kuartal III 2011 masing-masing memegang sekitar 449 ribu lembar saham (2,21 persen). Sedangkan Mandiri Securities per kuartal III tahun lalu memegang sekitar 472 ribu lembar saham (2,09 persen).
Selain ketiga sekuritas tersebut, Parikesit mempersilahkan BUMN lain yang memegang saham Garuda turut menawarkan saham maskapai penerbangan tersebut. Namun, penawaran tersebut harus dilakukan dibawah koordinasi tiga sekuritas tersebut.
Sejumlah BUMN yang juga memegang saham Garuda yakni Angkasa Pura I sebanyak 403 ribu lembar saham (1,78 persem) dan Angkasa Pura II sebanyak 248 ribu lembar saham (1,10 persen). Selain itu, juga ada PT Jamsostek dan PT BNI Securities.
Menurut Parikesit, harga saham Garuda berpeluang naik, namun hal tersebut sangat bergantung pada penawaran dan permintaan. "Ada peluang harga naik karena Garuda prospektif,¨ tutur Parikesit.
Tiga perusahaan sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berencana melakukan penawaran sisa saham penawaran perdana (Initial public offering/IPO) PT Garuda Indonesia Tbk pada pekan depan.
Pasca IPO, ketiga sekuritas yakni PT Danareksa Securities, PT Mandiri Securities, dan PT Bahana Securities masih memegang 2,46 lembar saham Garuda atau setara 10,88 persen. Sebagai penjamin emisi, ketiganya harus menyerap sisa saham IPO Garuda yang tidak laku di pasar.
"Sekarang mau ditawarkan secara resmi baik ke lokal maupun asing. Penawaran dimulai minggu depan dan ditutup akhir maret,¨ ujar Deputi Bidang Usaha Jasa, Kementerian BUMN Parikesit Suprapto di Jakarta, hari ini.
Dia menuturkan, ketiga sekutitas pelat merah tersebut akan mulai menawarkan saham Garuda ke sejumlah investor dengan mengirim surat penawaran, termasuk lima pengusaha nasional yang telah dikirimkan pesan singkat oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Dengan selesainya proses penawaran pada akhir maret, menurut Parikesit, proses pelepasan saham Garuda diperkirakan akan rampung pada April mendatang.
Dari ketiga sekuritas tersebut, Parikesit menilai, Bahana dinilai kewalahan karena memegang porsi palinng banyak yakni sekitar 990 ribu lembar saham atau setara 4,41 persen, per kuartal tiga tahun lalu. Sementara, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas, belum terlalu mendesak untuk dijual.
Danareksa Securities dan Danareksa Persero per kuartal III 2011 masing-masing memegang sekitar 449 ribu lembar saham (2,21 persen). Sedangkan Mandiri Securities per kuartal III tahun lalu memegang sekitar 472 ribu lembar saham (2,09 persen).
Selain ketiga sekuritas tersebut, Parikesit mempersilahkan BUMN lain yang memegang saham Garuda turut menawarkan saham maskapai penerbangan tersebut. Namun, penawaran tersebut harus dilakukan dibawah koordinasi tiga sekuritas tersebut.
Sejumlah BUMN yang juga memegang saham Garuda yakni Angkasa Pura I sebanyak 403 ribu lembar saham (1,78 persem) dan Angkasa Pura II sebanyak 248 ribu lembar saham (1,10 persen). Selain itu, juga ada PT Jamsostek dan PT BNI Securities.
Menurut Parikesit, harga saham Garuda berpeluang naik, namun hal tersebut sangat bergantung pada penawaran dan permintaan. "Ada peluang harga naik karena Garuda prospektif,¨ tutur Parikesit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




