Jokowi: Koperasi Berpotensi Menangkan Persaingan Global
Kamis, 21 Juli 2016 | 18:05 WIB
Jambi- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, koperasi berpotensi besar memenangkan persaingan ekonomi global jika mampu mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Koperasi yang menjadi soko guru perekonomian nasional bahkan bisa bersaing dengan korporasi besar baik dalam maupun luar negeri. Syaratnya, koperasi harus bergabung menjadi kelompok usaha besar dan dikelola manajemen profesional.
"Koperasi yang berbasis gotong royong dan menjadi simbol ekonomi Pancasila memiliki potensi menjadi lembaga ekonomi andalan menghadapi persaingan ekonomi global," kata Presdien Jokowi pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-69 di lapangan kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (21/7).
Turut hadir pada puncak Harkopnas ke-69 tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi dari berbagai daerah di Tanah Air. Presiden juga memberikan penghargaan Satya Lencana Pembangunan kepada kepala daerah provinsi, kota dan kabupaten se-Indonesia, termasuk Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.
Namun kata Jokowi, potensi itu tidak tercapai karena koperasi belum mampu mengadaptasi diri dengan tren pengelolaan ekonomi global. "Karena itu kita harus mencari cara agar koperasi bisa bersaing di kancah ekonomi global. Salah satunya memperbaiki manajamen koperasi dan menggabungkan koperasi menjadi satu bentuk usaha bersama skala besar," kata dia.
Menurut Presiden, koperasi yang memiliki basis gotong–royong juga mampu membendung ekonomi kapitalisme di Indonesia yang menimbulkan kesenjangan (gap) ekonomi.
Presiden mengatakan, agar koperasi bisa berkembang menjadi usaha besar namun tetap merakyat, maka seluruh koperasi di Indonesia perlu bergabung. Dengan demikian koperasi akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan ke bank dan memiliki daya saing menembus pasar global. "Gabungan koperasi juga akan mampu bersaing dengan korporasi bila dikelola dengan profesional," kata dia.
Menurut Presiden, para petani yang selama ini cenderung berjuang sendiri perlu juga bergabung ke koperasi agar kuat dalam pengembangan usaha dan peningkatan modal. Kemudian kelompok–kelompok usaha bersama juga perlu digabungkan. "Agar koperasi dan kelompok usaha tersebut bisa berjalan, manajemennya harus dikelola lebih profesional. Agar profesionalisme pengelolaan koperasi ini tercapai, dibutuhkan sertifikasi untuk menetapkan standar manajemen yang benar dalam pengelolaan koperasi. Dengan demikian koperasi bisa memenangkan persaingan ekonomi global," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




