ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Rabu, 10 Agustus 2016 | 18:07 WIB
H
YD
Penulis: Herman | Editor: YUD
Peluncuran program Tebar Hewan Kurban (THK) yang digagas Dompet Dhuafa, Jakarta, 10 Agustus 2016.
Peluncuran program Tebar Hewan Kurban (THK) yang digagas Dompet Dhuafa, Jakarta, 10 Agustus 2016. (BeritaSatu Photo/Herman)

Jakarta - Untuk mensukseskan program Tebar Hewan Kurban (THK) yang tahun ini menargetkan dapat menyebar 25.000 hewan kurban, lembaga zakat Dompet Dhuafa juga memberdayakan para peternak lokal yang tergabung dalam program Kampoeng Ternak Nusantara.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan memaparkan, program Tebar Hewan Kurban merupakan perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian para peternak binaan yang telah ada selama ini. Jauh sebelum Idul Adha, para peternak lokal akan diberikan permodalan dan pengetahuan soal ternak. Dari merekalah hewan-hewan kurban dalam program THK didapatkan.

Saat ini ada 39 lembaga mitra dalam program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa. Setiap mitra mengkoordinasi sekitar 20-an peternak, sehingga ada sekitar 780 peternak yang akan mensukseskan program ini.

"Untuk satu ekor kambing, peternak bisa menerima keuntungan Rp 200.000. Satu peternak bisa memelihara 10 sampai belasan hewan ternak," terang Imam Rulyawan, di peluncuran program Tebar Hewan Kurban, di Jakarta, Rabu (10/8).

ADVERTISEMENT

Dalam proses persiapannya, lanjut Imam, Dompet Dhuafa juga melakukan upaya pengendalian mutu secara berkala kepada hewan kurban di seluruh Indonesia. Ini dilakukan agar hewan kurban untuk program THK memiliki kualitas yang sesuai dengan standar kepatutan kurban.

Program THK sendiri sudah bergulir sejak 1994. Salah satu tujuannya agar daging kurban tidak menumpuk di kota-kota besar saja. Pasalnya ketika Idul Adha, masih banyak masyarakat kurang beruntung di daerah pelosok yang tidak mendapatkan daging kurban.

Melalui program ini, nantinya daging kurban akan didistribusikan setidaknya ke 25 provinsi di seluruh Indonesia. Daerah-daerah yang menerima penyaluran hewan kurban program THK mayoritas adalah yang tinggal di pelosok-pelosok Nusantara, rawan gizi, terbelakang, miskin, daerah yang terkena bencana dan kerusuhan, wilayah perbatasan, kawasan dalam pegunungan, pesisir pantai, hingga pulau terluar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon