ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PLTGU Muara Karang Siap Beroperasi pada 2019

Rabu, 31 Agustus 2016 | 10:31 WIB
RP
JS
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: JAS
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta Utara.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta Utara. (Antara)

Jakarta - Satu lagi proyek pembangkit bagian dari 35.000 megawatt (MW) siap dibangun. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang akan segera bertambah kapasitasnya sebesar 500 MW.

Kepastian pembangunan ini diperoleh setelah ditantanganinya kontrak Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) antara PLN dan Konsorsium Mitsubishi-Wijaya Karya, pada Senin (29/8) di PLN Kantor Pusat, Jakarta. PLTGU di Jakarta Utara ini direncanakan dapat beroperasi paling lambat pada 2019.

Penandatangan kontrak EPC senilai Rp 3,9 triliun ini dilakukan oleh Direktur Regional Jawa Bagian Barat PLN Murtaqi Syamsuddin, Manager ASEAN and Southeast Asia Team Department of Power Systems International Mitsubishi Naoki Hirooka dan Direktur Operasi II Wijaya Karya Bambang Pramujo.

"Proyek ini merupakan salah satu proyek penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali yang diharapkan dapat beroperasi paling lambat pada 2019," kata Murtaqi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (31/8).

ADVERTISEMENT

Pihak Mitsubishi pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PLN yang telah mempercayakan proyek ini kepada Konsorsium Mitsubishi-Wijaya Karya. Naoki juga menyatakan proyek ini merupakan tanda bahwa Mitsubishi akan terus berkontribusi untuk pembangunan di Indonesia.

Hal ini juga diamini Bambang yang menyatakan bahwa Wijaya Karya memiliki hubungan yang erat dengan Mitsubishi sehingga mereka mampu dan terus mendukung pembangunan sistem kelistrikan di Indonesia.

PLTGU 500 MW ekstensi yang dibangun di Muara Karang ini berkonfigurasi dengan satu gas turbin seri terbaru dari Mitsubishi, yaitu seri F5; satu heat recovery steam generator (HRSG) dan satu steam turbine (ST). Pembangunan PTGU Muara Karang ini akan memakan waktu konstruksi selama 18 bulan untuk Gas Turbine Open Cycle dan 8 bulan kemudian untuk penyelesaian akhir Combined Cycle Plan (PLTGU).

Selain penandatangan kontrak EPC, long term service agreement (LTSA) dengan nilai kontrak Rp 22 miliar juga ditandatangani sebagai perjanjian antara Mitsubishi dengan PLN untuk memelihara gas turbin selama satu siklus pemeliharaan terencana (planed maintenance) sesuai standar pemeliharaan pabrikan yang perkiraannya selama enam tahun.

Di 2019, pembangkit ini akan masuk dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali pada sub sektor DKI Jakarta. Listrik yang dihasilkan akan disalurkan di sepanjang jalur Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Muara Karang-Duri Kosambi-Kembangan. Dengan adanya penambahan kapasitas terpasang pada PLTGU Muara Karang diharapkan dapat membuat sistem kelistrikan DKI Jakarta dan sekitarnya semakin andal.

Sejak PLN berdiri pada 1945, kapasitas terpasang di Indonesia baru mencapai 53.000 MW, untuk itulah pencapaian program 35.000 MW penting dan menjadi prioritas guna meningkatkan iklim investasi dan produksi di Indonesia, dengan rasio elektrifikasi mencapai 98 persen pada tahun 2019.

Hal ini sejalan dengan tingginya kebutuhan listrik di Indonesia yang mencapai delapan-sembilan persen per tahun. Untuk itu, PLN bersama pemerintah dan pihak swasta bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan tersebut.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon