Flyover Brebes-Tegal Gunakan Teknologi Baja Bergelombang
Senin, 12 September 2016 | 18:52 WIB
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa pembangunan lima jembatan layang flyover di perlintasan sebidang -perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan- di Kabupaten Brebes dan Tegal akan menggunakan teknologi baja bergelombang.
Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, yang diterima Antara di Jakarta, Senin, 12 September.
Kementerian PUPR menyatakan akan mempercepat pembangunan lima jembatan layang berteknologi Corrugated Mortar Pusjatan (CMP) atau baja bergelombang yang merupakan hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR di Kabupaten Brebes dan Tegal.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, kelima jembatan layang tersebut dibangun untuk menghilangkan kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di lima lokasi di Kabupaten Brebes dan Tegal, yaitu perlintasan sebidang Dermoleng, Klonengan, Kesambi, Karang Sawah dan Kretek.
"Kita akan pakai teknologi CMP untuk mengatasi simpang-simpang sebidang dengan kereta api di kawasan Brexit (Brebes exit), di sana ada lima simpang sebidang dengan kereta api, sekarang sedang ditender," ujar Basuki.
"Mudah-mudahan satu setengah bulan ke depan sudah bisa kita tetapkan pemenangnya sehingga sebelum mudik 2017 (jembatan layang) sudah bisa dimanfaatkan," lanjut dia.
Menteri Basuki mengatakan bahwa saat ini kendaraan-kendaraan menghabiskan waktu lima menit untuk melewati setiap perlintasan tersebut, padahal kereta api dalam satu hari melintas sebanyak 72 kali. Bahkan, pada saat musim mudik, kereta api bisa melintas hingga 90 kali.
"Jadi dalam satu hari ada 450 menit (untuk kendaraan terhenti). Artinya, sudah berapa jam berhenti, ini akan kita coba atasi dengan teknologi CMP," kata dia.
Basuki menambahkan bahwa teknologi CMP yang sama saat ini sedang dibangun di jembatan layang Antapani di Bandung.
Teknologi itu, menurut dia, dapat menghemat sampai 35 persen biaya yang digunakan untuk teknologi biasa. Selain itu, dengan menggunakan teknologi baja bergelombang, pembangunan jembatan layang bisa lebih cepat.
"Harganya menjadi murah 35 persen, kita coba di simpang Antapani di Bandung dengan CMP itu kita bisa menghemat biaya, hanya Rp35 miliar," jelas Basuki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




