ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maybank: Belanja Modal Infrastruktur akan Tembus US$ 264 Miliar

Kamis, 15 September 2016 | 12:32 WIB
YW
B
Penulis: Yosi Winosa | Editor: B1
Ilustrasi pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi pembangunan infrastruktur. (Antara)

Jakarta – Maybank memperkirakan belanja modal infrastruktur Indonesia akan menembus US$ 264 miliar dalam periode 2016-2020 atau setara 30-35% produk domestik bruto (GDP) negara.

Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, iklim makro Indonesia saat ini sangat mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Suku bunga yang rendah memungkinkan pendanaan proyek infrastruktur yang kompetitif; inflasi stabil pada kisaran 3,5-4,0% dalam dua tahun terakhir dan nilai tukar rupiah juga stabil. Pada sisi fiskal, pemerintah Indonesia berhasil menjaga defisit neraca/PDB di bawah 3%. Lebih jauh, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mempercepat implementasi proyek infratruktur," kata Taswin Zakaria pada konferensi "Invest Asean Indonesia", di Jakarta, Rabu (14/9).

Untuk pendanaan, bank keempat terbesar dari segi aset di Asean itu memprediksi 70% dari total belanja modal atau US$ 190 miliar berasal dari pendanaan swasta (dalam dan luar negeri), sisanya yang 30% disediakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Taswin menambahkan, fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur juga akan mengurangi biaya logistik, mendukung group dengan pendapatan rendah untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesenjangan pendapatan. "Kami berharap hal ini dapat memicu pertumbuhan yang kuat di sektor konsumer mass market dalam satu dasawarsa ke depan,"ujarnya.

Pendanaan Alternatif
Sementara itu, CEO Maybank Kim Eng Group John Chong mengatakan, selama perbankan terus menjadi sumber pendanaan tradisional, pasar modal dapat menawarkan sumber pendanaan alternatif.

"Pasar obligasi dan pasar modal di Indonesia relatif under leveraged dibandingkan pasar lain di Asean dan memiliki kapasitas yang signifikan untuk mendanai beberapa proyek infrastrutktur. Obligasi khususnya, memungkinkan pihak pendukung proyek untuk menyesuaikan biaya dengan tagihan dalam rupiah yang diperoleh dari proyek terkait, yang umumnya memiliki jangka waktu yang panjang," kata John Chong.

John menambahkan, Maybank Kim Eng secara aktif telah mendukung pembiayaan infrastruktur di Indonesia, dimana belum lama ini bertindak sebagai Sole Lead Arranger untuk Programme Onshore MTN US$ 300 juta bagi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), BUMN yang mendapat mandat untuk mempercepat penyediaan pendanaan infrastruktur nasional. Maybank Kim Eng juga bertindak sebagaiExclusive Financial Advisor dan Mandated Loan Arranger untuk pembiayaan PT Mabar Elektrindo untuk proyek perdana batubara listrik 300MW di Medan, Indonesia.

"Kami berharap ada peningkatan penerbitan medium term ketika proyek pembiayaan infrastruktur berjalan dan permintaan untuk pembiayaan meningkat," kata John Chong.

Dengan mengangkat tema Asean’s Next Wave: Building the Infratructure of Opportunity, tahun ini konferensi fokus pada potensi besar regional untuk pembangunan infrastruktur, khususnya Indonesia, di mana belanja modal dalam periode 2016-2020 diprediksi mencapai yang tertinggi di Asean.

Diselenggarakan di Grand Hyatt Jakarta, Invest Asean Indonesia menarik lebih dari 400 delegasi, termasuk 27 perusahaan Indonesia dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$ 144 miliar, hampir 100% pendanaan lokal dan luar negari dengan jumlah dana kelolaan (asset under management) mencapai US$ 831 miliar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Road to Maybank Marathon 2025 Resmi Dimulai, Siap Bekali Pelari di 6 Kota

Road to Maybank Marathon 2025 Resmi Dimulai, Siap Bekali Pelari di 6 Kota

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon