Waskita Beton Tambah Lima Pabrik Baru
Selasa, 20 September 2016 | 16:43 WIB
Jakarta- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) hingga tahun 2018 mendatang berencana akan menambah lima pabrik baru. Hingga pertengahan tahun 2016, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk tersebut telah memiliki delapan pabrik (Sadang, Cibitung, Palembang, Sidoarjo, Karawang, Kalijati, Subang dan Bojanegara). Dengan demikian, perseroan hingga 2018 akan memiliki 13 pabrik dengan total kapasitas produksi 3,8 juta ton dari saat ini 2,3 juta ton per hari.
Presiden Direktur WSBP Jarot Subana mengatakan, saat ini perseroan memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton dengan utilisasi per Agustus 70%. Ditargetkan hingga akhir tahun ini kapasitas produksi akan bertambah menjadi 2,65 juta ton dan utilisasi 75% seiring dengan penambahan dua pabrik barunya yakni di Palembang dan Klaten. Pabrik di Palembang seluas 20 hektare (ha) akan menghasilkan kapasitas 250.000 ton dan Klaten seluas 3 ha 100.000 ton per tahun. Adapun belanja modal (capex) untuk pabrik di Palembang senilai Rp 500 miliar dan Klaten Rp 150 miliar.
"Di Palembang sudah jadi pabriknya tinggal dalam tahap pabrikasi untuk produk-produknya. Kalau di Klaten masih dalam pengurusan izin, awal Oktober pematangan lahan. Sampai 2018 totalnya 13 pabrik, tiga lagi akan kita tambah diluar Jawa, yakni di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi kalau tidak Makassar di Palu. Masing-masing kapasitasnya 300.000 ton per tahun," ujarnya usai pencatatan saham perdana WSBP di gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/9).
Saat ini, jelas Jarot, komposisi penjualan masih didominasi oleh Pulau Jawa 70% dan sisanya diluar Jawa. Namun, ke depannya porsi penjualan luar Jawa akan lebih diperbesar menjadi 40% dari saat ini 30%.
Terkait capex secara total, perseroan mengalokasikan Rp 4 triliun. Rp 1,1 triliun akan dialokasikan tahun 2016, 2017 Rp 1,9 triliun, dan sisanya di 2018. Sementara terkait kinerja, hingga Agustus penjualan perseroan telah tembus angka Rp 2,5 triliun dengan laba Rp 310 miliar. "Penjualan ditargetkan dari Rp 4,9 triliun menjadi Rp 4,7 triliun dengan laba yang sesuai target akhir tahun Rp 620 miliar. Penjualan 85% untuk induk," sebut dia.
Sedangkan, lanjut Jarot, perseroan menargetkan kenaikan kontrak baru dari Rp 7,6 triliun menjadi Rp 8 triliun. Pasalnya, per September kontrak baru sudah tembus Rp 7 triliun dan masih ada carry over Rp 3,2 triliun. "Bisa tembus 8 triliun, revisi tambah bukan dikurangi," tukasnya. Proyek besar yang dikerjakan perseroan yakni jalan tol Pejagan-Pemalang, jalan tol diatas laut Tanjung Benoa, serta jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.
Di sisi lain, WSBP melepas 10,5 miliar saham atau setara 40% kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO). Direktur Keuangan WSBP MC Budi Setyono menuturkan, dalam masa penawaran terjadi kelebihan permintaan (oversubribed) sebanyak tiga kali. Di mana, institusi mendominasi hingga 95% dan ritel hanya 5%. Lalu kepemilikan saham didominasi investor lokal dengan 70% dan asing 30%.
Dari aksi ini, perseroan yang bergerak di industri precast dan ready mix tersebut memperoleh dana Rp 5,16 triliun. Di mana, 56% diantaranya dipakai untuk modal kerja dan 44% capex. Harga IPO saham yang ditetapkan sebesar Rp 490 per lembarnya, atau berada di rentang atas dari yang kisaran semula Rp 400-500 per lembarnya. WSBP menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin emisi efek (joint lead underwriter)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




