LLP-KUKM Harapkan Gelaran IFC 2016 Dorong Aktivitas UKM
Sabtu, 24 September 2016 | 23:19 WIB
Jakarta - Indonesia Fashion & Craft (IFC) kembali digelar di Hall A-B, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada tanggal 21-25 September 2016. Sampai dengan saat ini, gelaran IFC sendiri telah memasuki tahun ketujuh.
IFC 2016 diikuti oleh 245 booth, menampilkan kategori fashion dan kerajinan sebagai dua subsektor yang paling dominan dari sektor industri kreatif. Industri kreatif kini memang telah menjadi andalan ekspor di luar sektor migas Indonesia.
IFC 2016 resmi dibuka oleh Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM.
Dalam pameran tersebut LLP-KUKM memfasilitasi sebanyak 16 UKM, dengan produk unggulan yang ditampilkan adalah kategori tas, sepatu dan craft. Produk yang ikut pameran ini telah melalui tahapan kurasi oleh Kurator LLP-KUKM, Samuel Watimena. Selain desainer ternama di Indonesia, Samuel juga merupakan staf khusus Menteri Koperasi dan UKM.
Zabadi mengungkapkan, dalam upaya peningkatan kualitas, UKM sebaiknya jangan hanya terbatas pada pelatihan dan pendampingan, tetapi juga promosi para pelaku, yang bisa melakukan tes pasar sekaligus eksplorasi yang ditampilkan kepada publik.
"Kegiatan-kegiatan semacam ini perlu digelar untuk membuka akses pasar baru, saling berbagi pengetahuan produk. Dengan begitu, produk unggulan bisa meningkatkan citranya," kata Zabadi, di Jakarta, Sabtu (24/9).

Menurutnya, dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, para pelaku usaha memang dituntut harus kreatif dan memiliki jiwa entrepreneur. Dengan situasi lingkungan bisnis yang amat dinamis, kehadiran event seperti IFC 2016 akan mendorong aktivitas UKM-UKM dari sektor fashion dan kerajinan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, para pelaku usaha, khususnya koperasi dan UKM harus kreatif dan inovatif. Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang baiknya terpatri kuat dalam diri seorang wirausaha sejati," tegasnya.
"Karena itu kepada para mitra, kami mengajak dan mendorong mereka untuk menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif, baik untuk pasar nasional maupun pasar ekspor. Kami tidak hanya memasarkan produk KUKM di dalam negeri, tetapi juga mendorong mereka untuk masuk ke pasar global," tutup Zabadi.
Sementara itu, Samuel Watimena mengatakan, produk UKM Indonesia pada akhirnya akan mampu menarik minat pasar dengan keunikan yang mereka miliki.
"Jadi, harus tetap dipelihara dan terus didampingi supaya pengembangan produk UKM tetap sesuai dengan permintaan pasar," kata Samuel Watimena.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




