ESDM Proyeksikan HBA Menguat Hingga Akhir Tahun
Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:17 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan Harga Batubara Acuan (HBA) dapat melampaui US$ 70 per ton hingga akhir tahun. Menguatnya harga batubara itu seiring dengan meningkatnya permintaan Tiongkok terhadap batubara Australia.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan tren penguatan HBA sepanjang tahun ini dipengaruhi oleh kondisi di negeri Tirai Bambu. Tiongkok mengurangi jam kerja sehingga mempengaruhi produksi batubara. Alhasil impor atas batubara Australia meningkat.
"Membaiknya HBA dipengaruhi oleh kondisi naiknya index New Castle di Australia," kata Agung di Jakarta, Selasa (11/10).
Agung menjelaskan, formula HBA dipengaruhi oleh sejumlah index yakni Indonesia Coal Index, Platts 59, New Castle Export Index (NEX) dan New Castle Global Coal Index (GC). Keempat index itu masing-masing memiliki porsi sebesar 25 persen.
Dikatakannya, Tiongkok terus mengimpor batubara dari Australia. Hal ini, lanjut dia, diperkirakan bakal terus berlangsung hingga akhir tahun. Pasalnya, kata Agung, kebutuhan Tiongkok akan batubara masih tetap sedangkan jumlah produksi dalam negeri berkurang.
"Kami proyeksikan HBA akhir tahun bisa melampaui US$ 70 per ton," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




