ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Usulkan Rotasi Gubernur OPEC

Jumat, 14 Oktober 2016 | 20:13 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
Ilustrasi
Ilustrasi (AFP/Omar Torres)

Jakarta - ‎Pemerintah Indonesia mengusulkan pergantian pejabat Gubernur Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC). Saat ini Widhyawan Prawiraatmdja menjabat sebagai Gubernur OPEC dari Indonesia. Adapun yang ditunjuk menggantikan Widhyawan adalah Purbaya Yudhi Sadewa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Pamudji, membenarkan adanya usulan pergantian posisi Gubernur OPEC dari Indonesia. Dia menyebut usulan tersebut telah dilayangkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan.

"Usulannya kira-kira dua pekan lalu. Penggantinya (Widhyawan-Red) pak Purbaya," kata Teguh di Jakarta, Jumat (14/10).

Teguh menuturkan, usulan dari pemerintah Indonesia itu tidak serta merta disetujui oleh OPEC. Melainkan harus melewati serangkaian proses yang akan dimulai pada akhir November nanti. Dia bilang OPEC memiliki wewenang untuk menolak usulan pergantian tersebut. Apabila usulan itu ditolak maka bisa saja Widhyawan tetap menjabat sebagai Gubernur OPEC atau meminta Pemerintah Indonesia mengajukan kandidat lain.

ADVERTISEMENT

"Kalau disetujui sidang OPEC ya langsung diganti. Dilantiknya 1 Desember," ujarnya.

Lebih lanjut Teguh mengaku, tidak mengetahui perihal pergantian pejabat Gubernur OPEC tersebut. Dia hanya menyebut rotasi jabatan merupakan hal yang wajar. "Saya enggak tahu latar belakangnya. Yang penting tentunya kebutuhan organisasi," ujarnya.

Widhyawan menjabat sebagai Gubernur OPEC dari Indonesia setelah seluruh anggota OPEC menyetujui usulan dari Menteri ESDM kala itu yakni Sudirman Said. Pembahasan dan penetapan Widhyawan itu dalam sidang OPEC ke - 168 pada 4 Desember 2015 di Vienna, Austria.

Purbaya saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Dia memiliki gelar Doktor dalam bidang ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Dia pun pernah menjadi staf khusus Menteri Koordinator bidang Perekonomiam di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, Purbaya pernah menjabat sebagai Direktur PT Danareksa (persero). Di awal pemerintahan Joko Widodo, Purbaya menjabat sebagai Deputi III bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Kepresidenan.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

NASIONAL
Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

MULTIMEDIA
Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

NASIONAL
BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

EKONOMI
RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

INTERNASIONAL
Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon