ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DBS Akuisisi Bisnis Wealth Management dan Ritel ANZ di 5 Negara

Senin, 31 Oktober 2016 | 18:23 WIB
DK
FB
Penulis: Devie Kania | Editor: FMB
DBS Bank
DBS Bank (Istimewa)

Jakarta – DBS Bank Ltd (DBS) secara resmi mengumumkan aksi akuisisi atas aset dari bisnis wealth management dan ritel milik ANZ di Singapura, Hong Kong, China, Taiwan, dan Indonesia dengan nilai sekitar Sin$ 110 juta (Rp 1 triliun). Melalui aksi korporasi ini, DBS berupaya memperkuat posisi sebagai bank penyedia layanan wealth management terdepan di Asia.

Group Head of Consumer Banking and Wealth Management DBS Tan Su Shan mengatakan, portofolio bisnis yang pihaknya akuisisi antara lain mencakup total deposit sebesar Sin$ 17 miliar dan pinjaman Sin$ 11 miliar. Kemudian selain itu, terdapat juga portofolio asset under management (AUM) sebesar Sin$ 6,5 miliar, dan total pendapatan Sin$ 825 juta untuk tahun keuangan 2016.

Adapun bisnis wealth management dan ritel ANZ yang DBS akuisisi di lima negara ini melayani 1,3 juta nasabah. "Selama lima tahun terakhir, DBS telah mengembangkan bisnis wealth management. Lalu pascaaksi akuisisi, AUM dari wealth kami akan bertambah Sin$ 23 miliar dengan jumlah keseluruhan akun nasabah HNWI (high net worth individual) mencapai sekitar Sin$ 6 miliar dalam AUM," ujar Tan dalam keterangan tertulis yang Investor Daily terima di Jakarta, Senin (31/10).

Selain penambahan AUM tersebut, aksi yang DBS lakukan pun diharapkan dapat memberikan return on equity (ROE) yang baik dan menyumbang peningkatan laba usai satu tahun setelah proses akusisi rampung. Selain itu, Tan menambahkan, corporate action yang DBS lakukan turut mendorong pengembangan bisnis yang pesat di Indonesia maupun Taiwan.

ADVERTISEMENT

Sebab, dengan mengakuisisi bisnis wealth management dan ritel ANZ di sejumlah negara membuat pihaknya memperoleh tambahan nasabah sebanyak 410.000 di Indonesia dan 530.000 nasabah di Taiwan. "Di Indonesia, penambahan nasabah kami mencapai enam kali lipat, sedangkan di Taiwan basis nasabah DBS meningkat 2,5 kali. Adapun sebagian besar nasabah itu merupakan customer kartu kredit," papar dia.

Terkait dengan aksi yang diputuskan DBS, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna berharap, transaksi yang dilakukan DBS dan ANZ diharapkan juga dapat menjadi milestone penting bagi DBS Indonesia. Pasalnya dengan memiliki basis nasabah yang lebih besar, tentu perseroan akan mampu mempercepat dan meningkatkan agenda digital banking yang pesat di DBS Indonesia. "Lalu hal yang penting lainnya, aksi DBS itu pun dapat menjadi bukti komitmen kami yang ingin berkontribusi lebih kepada perekonomian di Indonesia," tegas dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon