Petrosea Anggarkan Capex US$ 240 Juta
Kamis, 29 Maret 2012 | 19:08 WIB
Alat berat tersebut dipakai untuk melakukan overbudden removal sebesar 116 juta Coal Bed Methane (bcm batubara).
PT Petrosea Tbk (PTRO) menganggarkan belanja modal (capital expenditur/capex) 2012 sebanyak US$ 240 juta. Dananya digunakan ekspansi usaha.
"Selain ekspansi usaha juga untuk membiayai operasional perusahaan," kata Direktur PTRO TG Shankar, dalam paparan publik di Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan, pada 2012 perusahaan pertambangan ini berencana membeli 10-15 unit kendaraan alat berat. Alat berat tersebut dipakai untuk melakukan overbudden removal sebesar 116 juta Coal Bed Methane (bcm batubara). "Itu membutuhkan fleet yang cukup banyak," ujarnya.
Shankar menambahkan, sumber pembiayaan capex tersebut, 30 persen diambilkan dari pinjaman perbankan dari ANJ, 30 persen dari induk usahanya PT Indika Energy Tbk (INDY) dan sisanya dari kas internal.
Sebagai informasi, pada 2010 Petrosea menganggarkan capex US$ 156 juta untuk menambah kendaraan alat berat.
Laba bersih 2011 tercatat US$ 53 juta atau meningkat 20 persen dari 2010 sebanyak US$ 42 juta.
Sementara pendapatan tercatat sebanyak US$ 264 juta atau meningkat 41 persen dibandingkan US$ 187 juta.
PT Petrosea Tbk (PTRO) menganggarkan belanja modal (capital expenditur/capex) 2012 sebanyak US$ 240 juta. Dananya digunakan ekspansi usaha.
"Selain ekspansi usaha juga untuk membiayai operasional perusahaan," kata Direktur PTRO TG Shankar, dalam paparan publik di Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan, pada 2012 perusahaan pertambangan ini berencana membeli 10-15 unit kendaraan alat berat. Alat berat tersebut dipakai untuk melakukan overbudden removal sebesar 116 juta Coal Bed Methane (bcm batubara). "Itu membutuhkan fleet yang cukup banyak," ujarnya.
Shankar menambahkan, sumber pembiayaan capex tersebut, 30 persen diambilkan dari pinjaman perbankan dari ANJ, 30 persen dari induk usahanya PT Indika Energy Tbk (INDY) dan sisanya dari kas internal.
Sebagai informasi, pada 2010 Petrosea menganggarkan capex US$ 156 juta untuk menambah kendaraan alat berat.
Laba bersih 2011 tercatat US$ 53 juta atau meningkat 20 persen dari 2010 sebanyak US$ 42 juta.
Sementara pendapatan tercatat sebanyak US$ 264 juta atau meningkat 41 persen dibandingkan US$ 187 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




