Penyerapan Batu Bara Domestik Dinilai Belum Signifikan
Rabu, 9 November 2016 | 19:08 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penyerapan batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) hingga kuartal ketiga 2016 mencapai 69 juta ton. Adapun target DMO tahun ini sebesar 86 juta ton.
Direktur Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot, mengatakan, penyerapan batu bara dalam negeri tahun ini belum signifikan. Namun, dia bilang, bila proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW) DMO batu bara akan meningkat drastis.
"Kalau listrik 35 ribu MW berjalan maka akan naik kurang lebih 140 juta ton bisa dipakai di dalam negeri," kata Bambang di Jakarta, Rabu (9/11).
Bambang menuturkan, rendahnya pasar batu bara di dalam negeri membuat produksi batu bara nasional dikirim ke luar negeri. Berdasarkan data Kementerian ESDM per 3 November 2016, jumlah ekspor batu bara pada kuartal ketiga ini mencapai 184 juta ton. Sedangkan target ekspor tahun ini sebesar 333 juta ton.
"Sekarang pertumbuhan DMO kita masih lambat. Padahal, kebijakan energi nasional ditetapkan produksi batu bara harus turun, ekspor harus turun, penggunaan domestik harus naik," ujarnya.
Bambang mengatakan, total produksi pada kuartal ketiga tahun ini sebesar 253 juta ton. Sementara target produksi tahun ini ditetapkan sebesar 419 juta ton. Dia berharap, target produksi tersebut tidak akan terlampaui. Pasalnya Kementerian ESDM tidak bisa mengontrol tingkat produksi batu bara pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Rencana produksi IUP ditetapkan oleh pemerintah daerah.
"IUP yang kecil-kecil itu enggak terkontrol (produksinya)," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




