ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program Desa Bebas Api RAPP Sukses

Rabu, 16 November 2016 | 17:09 WIB
AM
B
Penulis: Alexander Madji | Editor: B1
Direktur RGE Anderson Tanoto, Direktur RAPP Rudi Fajar, mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Strategic Fire Manager RAPP, Craig Tribolet memperhatikan peragaan Bambi Bucket di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Selasa (287). PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit bisnis Grup APRIL meluncurkan Program Desa Bebas Api dengan menggandeng Pemerintah Daerah, BPBD, TNIPOLRI, sembilan desa, LSM Rumah Pohon dan Komunitas Blue Green,
Direktur RGE Anderson Tanoto, Direktur RAPP Rudi Fajar, mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Strategic Fire Manager RAPP, Craig Tribolet memperhatikan peragaan Bambi Bucket di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Selasa (287). PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit bisnis Grup APRIL meluncurkan Program Desa Bebas Api dengan menggandeng Pemerintah Daerah, BPBD, TNIPOLRI, sembilan desa, LSM Rumah Pohon dan Komunitas Blue Green, (berita satu/suhadi)

Pelalawan - Program PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP)/APRIL untuk tidak melakukan pembakaran lahan melalui program Fire Free Village menuai sukses dalam tiga tahun terakhir. Karena itu, mereka semakin memperluas program ini menjadi 18 desa pada tahun 2016 ini. Ke-18 desa tersebut tersebar di tiga kabupaten yakni, Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.

Manajer Fire Free Village Programm Sailal Arimi kepada wartawan di Pelalawan, Rabu (16/11) mengatakan, saat dimulai pada 2014, program ini baru diikuti oleh tiga desa di dua kecamatan Kabupaten Pelalawan. Karena dinilai sukses, setahun kemudian, peserta program ini meningkat tajam menjadi 9 desa di dua kecamatan Kabupaten Pelalawan.

Pada 2016, jumlah peserta program ini kembali meningkat tajam menjadi 18 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di tiga kabupaten yaitu Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.

Antusiasme desa-desa yang terus meningkat ini terjadi karena pihak RAPP memberikan hadiah menggiurkan kepada setiap desa yang sukses nol pembakaran di desanya. Untuk desa-desa yang nol pembakaran, RAPP memberikan hadiah sebesar Rp 100 juta. Sedangkan untuk masih melakukan pembakaran hanya mendapat Rp 50 juta. "Tapi hadiah ini tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan barang atau dalam bentuk pembangunan infrastruktur," kata Arimi.

ADVERTISEMENT

Desa-desa ini, kata dia, dinilai oleh sebuah komite yang diisi oleh orang dari unsur pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. "Mereka yang akan menentukan apakah sebuah desa itu zero api atau tidak," imbuh Arimi.

Salah satu kelurahan yang mengikuti program ini dalam tiga tahun terakhir adalah Kelurahan Pelalawan. Pada 2014, kelurahan ini hanya mendapat hadiah Rp 50 juta karena kecolongan kebakaran 0,5 hektar. Sedangkan pada 2015, kelurahan yang dipimpin lurah Edi Arifin ini sukses nol api sehingga layak menerima hadiah Rp 100 juta.

"Selama ini, kami padamkan api dengan mesin pompa yang berukuran kecil. Karena ukurannya seperti itu, kami tetap menghadapi kendala dalam memadamkan api. Sehingga, ketika menerima hadiah Rp 50 juta dari RAPP kami berembug dan menghasilkan keputusan untuk membeli mesin pompa yang lebih besar. RAPP kemudian membelikan mesin pompa yang harganya ternyata lebih mahal dari hadiah yang seharusnya kami terima," kata lurah Edi Arifin kepada wartawan yang berkunjung ke kantornya, Rabu (16/11) siang.

Sementara uang hadiah Rp 100 juta yang diterima atas prestasi Kelurahan Pelalawan pada 2015 dipakai untuk membangun kantor Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Babinkantibmas. Sebab mereka menjadi tulang punggung mengatasi pembakaran lahan di wilayahnya. "Insya Allah tahun depan pembangunannya sudah selesai," ujarnya sambil menunjuk proyek yang berada di samping kantor Kelurahan Pelalawan.

Sedangkan untuk 2016, ia khawatir tidak akan menerima hadiah Rp 100 juta lagi karena kelurahannya dinilai masih mengalami kebakaran seluas 1,7 hektar. "Tapi kami tetap menolak karena saya tanya ke warga siapa yang membakar, tidak ada yang mengaku. Lagi pula, lahan yang terbakar itu adalah lahan konsesi RAPP," pungkasnya.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon