ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Japfa Sabet Economic Challenges Awards 2016

Rabu, 23 November 2016 | 20:57 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyerahkan Economic Challenges Awards 2016 kepada Direktur External Relations PT Japfa Comfeed Tbk Rachmat Indrajaya.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyerahkan Economic Challenges Awards 2016 kepada Direktur External Relations PT Japfa Comfeed Tbk Rachmat Indrajaya. (Istimewa )

Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) mendapatkan penghargaan Economic Challenges Awards 2016 sebagai salah satu perusahaan yang mampu melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan di masa sulit. Perhargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kepada Direktur External Relations Japfa Rachmat Indrajaya.

Japfa terpilih sebagai pemenang dalam kategori Aneka Industri dan Manufaktur dengan menyingkirkan empat kandidat lainnya, di mana salah satunya adalah emiten pakan ternak, PT Charoen Phokpand Tbk. Keberhasilan Japfa tersebut karena kemampuan perseroan untuk terus melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan usaha, meskipun harus melalui masa ketidakpastian pada 2016.

"Inovasi adalah pekerjaan yang tidak mudah. Diperlukan kegesitan dan keuletan untuk melakukannya," ujar Rhenald Kasali, salah satu dewan juri Economic Challenges Awards 2016, Rabu (23/11).

Kegesitan dan keuletan Japfa terlihat pada kemampuannya untuk menggaet investor asing seperti KKR Jade Ltd untuk menanamkan modal. Pada pertengahan 2016, Japfa mampu menggaet KRR Jade Ltd untuk menginvestasikan sebesar US $ 81,2 juta atau setara 10,44% saham.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak ingin melihat inovasi sebagai sebuah biaya, tetapi memegang prinsip inovasi atau mati. Mau tidak mau perusahaan harus melakukan inovasi untuk melewati masa yang sulit," ungkap Kristanto Santosa, pakar inovasi.

Salah satu faktor lainnya yang mampu mendorong Japfa melewati masa sulit adalah inovasi dengan cepat untuk menyikapi berbagai perubahan di pasar dan kebijakan dalam dunia agribisnis. Sepanjang 2016, terdapat berbagai perubahan kebijakan mendasar mulai dari pengetatan impor jagung, kebijakan impor sapi yang mengalami banyak perubahan, dan berbagai kebijakan lainnya termasuk mengenai harga bahan pokok.

"Japfa menyakini agribisnis merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, JAPFA terus-menerus mendorong pertumbuhan dalam industri ini dengan dukungan dari peternak baik ayam, sapi, ikan, dan udang di seluruh Indonesia," ujar Rachmat Indrajaya, external relations director Japfa.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bungkam Pecatur Filipina, GM Susanto Megaranto Tak Terbendung

Bungkam Pecatur Filipina, GM Susanto Megaranto Tak Terbendung

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon