Pembayaran Utang Swasta Picu Pelemahan Rupiah
Jumat, 25 November 2016 | 11:42 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah Jumat (25/11) menguat dibandingkan kemarin. Rupiah siang ini menguat dibandingkan tadi pagi. Meski demikian, dalam sebulan terakhir rupiah terus menunjukkan pelemahan. Bahkan dalam dua hari terakhir tertekan signikan. Pemicunya adalah banyak korporasi Indonesia yang bayar utang.
Mengacu data Bloomberg, dalam sebulan terakhir, rupiah telah melemah 4,1 persen. Pada tanggal 24 Oktober rupiah masih bertengger di posisi Rp 13.012 per dolar AS, sementara pada 24 November kemarin rupiah di level Rp 13.558 per dolar AS.
Analis Recapital Securities Adi Kiswoyo mengatakan, pelemahan rupiah belakangan ini karena ada kebutuhan dolar AS yang cukup besar untuk membayar utang terutama menjelang akhir tahun. Hal ini membuat tekanan pada mata uang Garuda. "Ada yang lagi butuh uang buat bayar utang," kat Adi saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (25/11).
Dia mengatakan, kebutuhan utang tersebut didominasi korporasi swasta. Meski demikian dia menegaskan, hal tersebut tidak akan berlangsung lama. "Biasanya swasta, sebentar lagi juga stabil," kata Adi.
Adapun rupiah siang ini pukul 11.20 WIB di pasar spot exchange sebesar Rp 13.548 per dolar AS atau menguat 10,0 poin (0,07 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.513 -Rp 13.582 per dolar AS. Rupiah siang ini menguat dibandingkan tadi pukul 09.00 WIB di level Rp 13.572 per dolar AS.
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), hari ini berada di posisi Rp 13.570 per dolar AS atau melemah dari kemarin sebesar Rp 13.540 per dolar AS dengan kisaran perdagangan Rp 13.638- Rp 13.502 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri Indonesia pada akhir September lalu atau per kuartal III-2016 mencapai US$ 325,3 miliar. Jumlahnya naik 7,8 persen dibandingkan periode sama 2015. Kenaikan ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan utang luar negeri pemerintah, saat utang luar negeri swasta terus turun. Utang luar negeri publik atau pemerintah naik 20,8 persen menjadi US$ 162,2 miliar. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 17,9 persen. Sedangkan utang luar negeri swasta turun 2,7 persen menjadi US$ 163,1 persen. Penurunan tersebut melanjutkan penurunan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 2,3 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




