PTPP Apresiasi Kunjungan 40 CEO dari Taiwan
Kamis, 1 Desember 2016 | 23:52 WIB
Jakarta - Perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, PT PP (Persero) Tbk, menerima kunjungan para CEO yang datang langsung dari Taiwan. Dalam acara yang mengangkat tema "CEO Business to Business Meeting for Indonesia & Taiwan" tersebut, sebanyak 40 CEO Taiwan dari berbagai macam bidang usaha, mengunjungi kantor pusat perseroan di Jakarta, Kamis (1/12).
"Acara ini merupakan balasan atas kunjungan para pengusaha Indonesia yang mewakili Pemerintah ke Taiwan pada bulan September 2016, dalam rangka mempromosikan potensi investasi dan bisnis yang ada di Indonesia," ujar Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Tumiyana, di sela-sela acara.
Acara kunjungan CEO Taiwan ini, lanjut dia, bertujuan untuk bertemu dan menjalin komunikasi dagang serta mencari kemitraan untuk mengembangkan usaha dengan kalangan pengusaha besar yang ada di Indonesia.
"Dengan telah terjalinnya komunikasi dan pertemuan yang telah dilaksanakan pada bulan September dan hari ini, kami berharap para CEO Taiwan tertarik untuk menjalin kerjasama untuk berinvestasi di Indonesia," tambah Tumiyana.
Right Issue PTPP
Sementara itu, disisi lain Perseroan akhirnya telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari Kamis (24/11) atas proses penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau Rights Issue.
"Komitmen para pemegang saham dalam proses rights issue PT PP merupakan bukti dukungan yang kuat kepada Perseroan dalam memperkuat permodalan Perseroan saat ini," kata Tumiyana.
Dalam rights issue ini, PT PP akan menerbitkan sejumlah 1.357.460.854 lembar saham baru Seri B atau 21,89 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD dengan Harga Pelaksaan (Exercise Price) sebesar Rp 3.250 per lembar saham.
"Melalui rights issue ini, sekitar 24 persen akan digunakan sebagai modal kerja. Sedangkan sisanya, sekitar 76 persen akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur prioritas Pemerintah, antara lain kebutuhan investasi untuk pembangunan kawasan pelabihan, jalan tol, apartemen menengah dan hunian (MBR, Rusunami), kawasan industri dan pembangkit listrik," kata Tumiyana.
Selain itu, untuk meningkatkan kapasitasnya, perseroan akan melakukan beberapa aksi korporasi, salah satunya adalah IPO tiga anak perusahaan, PT PP Pracetak, PT PP Peralatan dan PT PP Energi.
"Dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut diharapkan kapasitas Perseroan dapat melonjak hingga 600 persen dalam 2 tahun kedepan untuk mendukung investasi sebesar Rp 174 triliun dalam kurun waktu empat tahun kedepan," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




