ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Hasil Iptek Kemaritiman

Jumat, 2 Desember 2016 | 16:01 WIB
AR
WP
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: WBP
Ilustrasi Kemaritiman
Ilustrasi Kemaritiman (Antara/Iggoy El Fitra)

Jakarta- Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kemaritiman yang telah ditetapkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menghasilkan ikan hasil pemuliaan, bahan bioaktif laut, alat dan sensor pemantau ikan serta kegiatan perairan lainnya. Pengembangan berbagai keluaran teknologi di bidang maritim itu terus digenjot pemerintah untuk didekatkan ke dunia industri.

Kepala Sub Direktorat Lembaga Litbang Pemerintah Pusat Kemristekdikti yang juga Koordinator Program PUI Yudho Baskoro mengatakan, pemerintah terus mendorong lembaga litbang untuk menjadi PUI. Saat ini sudah ada 45 lembaga litbang yang berkategori menjadi PUI dan 19 di antaranya sudah berstatus sebagai PUI. "PUI-PUI di bidang kemaritiman ini perlu ditingkatkan. Kita akan segera mendekatkan dengan dunia industri," katanya di sela-sela public expose "Dukungan Pemanfaatan Riset Dalam Menjaga Maritim Indonesia", di Jakarta, Jumat (2/12).

Ia menjelaskan, PUI yang tergabung dalam kluster PUI maritim dan perikanan antara lain PUI Pemuliaan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PUI Bahan Aktif Laut KKP, PUI Hidrodinamika Bangunan Apung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PUI Broadband Wireless Access Institut Teknologi Bandung dan PUI Permodelan Data Atmosfer Indonesia Lembaga Penerbangan dan Antariksa Indonesia.

Kepala Balai Penelitian Pemuliaan Ikan KKP yang kini berstatus PUI Pemuliaan ikan Bambang Gunadi mengatakan, PUI meningkatkan mutu genetik ikan yang sudah banyak dibudidayakan masyarakat. "Tugas kami meningkatkan genetika ikan yang sebelumnya mungkin ikan lambat tumbuh dan mudah terserang penyakit," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sejumlah jenis ikan hasil pemuliaan tersebut yakni ikan nila Srikandi yang merupakan strain ikan nila unggul yang dipersiapkan untuk perairan bersalinitas tinggi. Jenis lainnya, udang galah GI Macro II yang merupakan hasil perbaikan varietas galah GI Macro I. Kini GI Macro II memiliki pertumbuhan cepat. Kemudian ikan lele Mutiara yang merupakan strain unggul persilangan ikan lele Mesir, Paiton dan Sangkuriang. Lele ini memiliki keseragaman dan pertumbuhan cepat. Selain itu, ikan mas Mustika yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit Koi Herpes Virus.

Kepala Badan Pusat Litbang Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan KKP juga berhasil mengembangkan senyawa aktif yang terkandung di dalam rumput laut dan teripang. "Fukoidan adalah bahan aktif dari rumput laut coklat dan bermanfaat sebagai bahan komestika, obat-obatan dan farmasi," ujarnya.

Selain itu ada juga produk minyak ikan dan enzim protease mikroba laut yang telah diproduksi untuk membuat hidrolisat protein ikan secara biologi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon